Scolari: Saya yang Paling Bertanggung Jawab
Topik
TEMPO Interaktif, BASEL: -- Pelatih tim nasional Portugal, Luiz Felipe Scolari, menegaskan dialah yang bertanggung jawab atas kegagalan Portugal melangkah ke semifinal Euro 2008. Pada laga perempat final kemarin dinihari di Stadion Santo Jakob Park, Basel, Swiss, Portugal menyerah 2-3 kepada Jerman.
"Saya bertanggung jawab atas pemilihan pemain dan penerapan taktik. Jadi orang yang paling bertanggung jawab atas gagalnya Portugal ke empat besar adalah pelatih," kata Scolari.
Ketimbang Piala Eropa 2004, prestasi Portugal kali ini jeblok. Empat tahun lalu tim berjulukan Brasilnya Eropa ini melaju ke partai puncak, tapi kandas di tangan Yunani 0-1. Hasil itu sekaligus mengulang sejarah dua tahun lalu. Jerman juga membabat Portugal 3-1 di semifinal.
Pelatih asal Brasil ini membantah keras kepastiannya pindah ke Chelsea telah berpengaruh buruk terhadap penampilan anak-anak asuhnya. Scolari sudah menandatangani kontrak tiga musim dengan gaji per tahun sekitar Rp 100 miliar.
Scolari mengkritik para pemain bertahan yang tidak mengikuti instruksinya. Alhasil, dua dari tiga gol kemenangan Tim Panser lahir melalui tendangan bebas dan dilanjutkan sundulan ke gawang. "Kami telah merancang pemain-pemain tertentu menjaga Ballack dan yang lain, tapi mereka mengubahnya dan menjaga pemain lain ketika terjadi tendangan bebas," ujar pelatih yang mengantarkan Brasil menjuarai Piala Dunia 2002 di Jepang dan Korea Selatan itu.
Hasilnya, Ballack menjadi penentu kemenangan setelah memanfaatkan tendangan bebas Bastian Schweinsteiger. Scolari memprotes gol itu lantaran gelandang yang merumput di Chelsea itu mendorong Paulo Ferreira.
Asisten pelatih Jerman, Hansi Flick, menepis keberatan itu. "Saya pikir kita tidak harus membahas soal itu lagi. Kami telah menang 3-2 dan pertandingan sudah berakhir. Pelanggaran atau tidak, itu bukan persoalan lagi bagi saya," katanya.
Ia memuji penampilan kapten tim, Ballack, dan kawan-kawan yang bermain sesuai dengan strategi meski pelatih Joachim Loew tidak dapat mendampingi di pinggir lapangan. Wasit mengusir Loew bersama pelatih Austria, Josef Hickersberger, ketika kedua kesebelasan itu bertemu. Ia pun hanya bisa menyaksikan dari tribun utama.
Karena itu, para pemain Jerman mempersembahkan hasil bagus itu buat sang pelatih. "Kami harus menerima keputusan UEFA dan bermain dengan atau tanpa pelatih. Tapi kami ingin menang untuk dia," ujar Lukas Podolski, yang telah mencetak tiga gol bagi timnya. AFP | Guardian | Globe and Mail | Faisal Assegaf
Komentar (0)
Berita Terkait
Top Stories
Foto Terbaru
Editor's Choice
- Lepas Empat Istrinya, Eyang Subur Tak Perlu Cerai
- Muslim Myanmar Hanya Boleh Punya 2 Anak
- Djokovic Bisa Jegal Nadal di Semifinal
- Saksi Penyerangan Cebongan Tak Mau Beri Keterangan
- MI5 Dituding Coba Rekrut Tersangka Kasus Woolwich
- Bupati Aceh Utara Dianggap Berpikiran Sempit
- FOTO: Pamer Aksi Bintang Dunia di Singapura












