Topik
Komnas HAM Butuh Waktu Selidiki Kematian Mahasiswa Unas
TEMPO Interaktif, Jakarta:Ketua Tim Investigasi Kasus Universitas Nasional dari Komnas HAM Nur Kholis mengatakan, pihaknya masih membutuhkan waktu untuk memperoleh informasi perihal kematian Maftuh Fauzi. "Semua tergantung efektivitas dan dukungan semua pihak," katanya saat dihubungi Tempo di Jakarta, Minggu (22/6).
Saat ini tim sudah mengirim dua orang anggotanya ke rumah almarhum di Kebumen untuk mencari informasi dari keluarganya tentang kondisi kesehatan Fauzi sebelum meninggal. Anggota yang dikirim bernama Firdi dan Iben. Namun hasilnya belum maksimal karena pertimbangan moral. "Pihak keluarga masih dalam keadaan berkabung," katanya.
Kedua orang ini juga sudah menerima otopsi dari rumah sakit di sana, tempat jenazah Fauzi sempat singgah. Namun menurut Nur Kholis, butuh waktu sekitar 6 hari untuk menganalisis hasil otopsi itu. "Kedua informasi ini nanti akan digabungkan," katanya.
Selain informasi dari keluarga dan rumah sakit, tim juga akan meminta informasi kepada Polres Jakarta Selatan, tempat Fauzi ditahan. Rencananya akan dilakukan minggu ini. Yaitu bisa berbentuk surat, pemanggilan kepada polisi, atau Komnas HAM yang akan datang ke markas polisi. "Besok baru akan ditentukan langkahnya," katanya.
Maftuh Fauzi, mahasiswa Universitas Nasional, meninggal di Rumah Sakit Pusat Pertamina pada 20 Juni kemarin. Sebelumnya ia sempat di tahan di Polres Jakarta Selatan karena dianggap terlibat kerusuhan dengan polisi saat demo menolak kenaikan BBM di kampusnya.
Setelah penyerbuan polisi ke kampus itu, Fauzi mengalami luka akibat pukulan di kepalanya. Namun pihak rumah sakit Pertamina menyebutkan, almarhum meninggal karena penyakit HIV yang dideritanya. "Saat ini kami sedang mengumpulkan data jasmani dan rohani Fauzi saat sebelum dan sesudah kematiannya," katanya.
Mustafa Silalahi