indonesia
INDONESIA
english
ENGLISH
rss
twitter
facebook
youtube
youtube
youtube

Identitas Pria Berpistol Insiden Monas Diungkap


TEMPO Interaktif, Jakarta:Kepolisian Daerah Metro Jaya Bidang Profesi dan Pengamanan telah menangkap dan mengamankan pria berpistol yang terekam saat terjadi insiden Monas pada 1 Juni lalu. Pria itu adalah polisi berpangkat bintara yang juga anggota Ahmadiyah.

Si polisi adalah Brigadir Kepala Iskandar Saleh, anggota unit kecelakaan di Satuan Lalu Lintas Polres Kota Tangerang. "Dia diamankan provost Polres pada 23 Juni pukul 16.00 WIB," kata Juru Bicara Mabes Polri Inspektur Jenderal Abubakar Nataprawira di Markas Polda Metro Jaya, kemarin. "Dia masih dalam pemeriksaan Propam Polda."

Menurut Abubakar, pada 1 Juni lalu Iskandar mendampingi mertua, istri, dan anaknya ke acara yang digelar Aliansi Kebangsaan untuk Kebebasan Beragama dan Berkeyakinan. "Atas keinginan sendiri," kata Abubakar.

Dalam pemeriksaan di Bidang Propam Polda Metro, Iskandar mengatakan bahwa pistolnya adalah revolver mainan. Propam juga mengecek ke Polres Tangerang, dan hasilnya Iskandar tidak termasuk satu di antara 73 petugas yang memiliki senjata api. "Tapi ini masih diselidiki. Sebab, katanya (pistol mainan itu) hilang," kata Abubakar.

Meski Iskandar mengaku sebagai anggota Ahmadiyah, polisi juga akan mengecek ke pengurus Ahmadiyah Tangerang. "Anda lihat sendiri di rekaman. Front Pembela Islam mengatakan (penyerbuan) dipicu pria yang mengacungkan pistol. Tapi tidak ada suara letusan," kata Abubakar. “Iskandar mengacungkan pistol justru untuk melindungi seorang perempuan dan seorang anak.”

Pengamat multimedia Roy Suryo, dalam kesempatan sama, juga memastikan tak ada suara tembakan di rekaman yang didapatkan dari tempat Munarman. "Suara letusan berdesibel tinggi, (sehingga mudah dibedakan dari suara lain)," ujarnya. Roy kemudian memutarkan rekaman video yang diperoleh polisi dari penyitaan di rumah Munarman itu. Ibnu Rusydi

Komentar (1)


Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi tempo.co. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan
0
0
test ajeh
; $foto_slide_judul =
Wajib Baca!
X