indonesia
INDONESIA
english
ENGLISH
rss
twitter
facebook
youtube
youtube
youtube

Calo Jual Beli Tanah Berkeliaran di Lokasi Tol Cikopo-Palimanan


TEMPO Interaktif, Purwakarta:Para calo dan spekulan tanah di lokasi bakal pembebasan jalan tol ruas Cikopo-Palimanan di wilayah Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat, sudah ramai berkeliaran. Mereka mendekati warga yang lahannya akan terbebaskan oleh megaproyek jalan bebas hambatan yang akan membelah jalur Pantai Utara Jawa Barat sejauh 116 kilometer tersebut.

Asno, warga Desa Cimahi, mengatakan bahwa para calo dan spekulan tanah seperti biasa mengiming-imimgi harga tanah yang diprediksikan bakal terkena pembebasan jalan tol itu dengan harga tinggi. "Tapi, kami tak mau terjebak bujuk rayu mereka," kata Asno. Pengalaman menunjukan, para calo itu hanya menyampaikan informasi yang menyesatkan.

Pemantauan Tempo di lapangan, kehadiran calo dan spekulan tanah telah memicu harga tanah melambung antara Rp 15-25 ribu per meter perseginya. Padahal, jika dilihat dari sisi nilai obyek pajak rata-rata harga lahan yang bakal terkena pembebasn jalan tol antara Rp 5.000 hingga Rp 10 ribu per meter perseginya.

Seluruh lahan yang akan dibebaskan di Kabupaten Purwakarta sekitar 100 hektare. Lokasi lahan yang akan dibebaskan itu berada di Desa Wanakerta, Cikopo, Cimahi, Kertamukti, Karya Mekar dan Ciparungsari. Tapi, kebanyakan lahan yang akan dibebaskan milik perhutani dan perusahaan perkebunan.

Mohamad Eeng Rafei, Asisten I Bidang Pemerintahan Kabupaten Purwakarta, saat dihubungi Selasa (24/6), mengatakan sudah membekali aturan main bagi para camat dan kepala desa yang wilayahnya akan terkena pembebasan proyek jalan tol itu. "Caranya, tidak boleh ada mutasi kepemilikan tanah selama proses pembebasan," kata Eeng

Menurut Eeng, sejak dua bulan lalu, Pemerintah Kabupaten Purwakarta bekerja sama dengan Badan Pertanahan Nasional memang sudah mulai mendata lahan-lahan yang bakal terkena proyek jalan tol tersebut. "Prosesnya sudah sampai verivikasi kepemilikan tanah yang sah," ujanya.

Untuk sampai pada proses pembebasan lahan, kata Eeng, hanya tinggal menunggu proses musyawarah untuk menentukan harga antara pemilik dengan pelaksana proyek pengadaan lahan jalan tol. "Paling lambat pada Agustus nanti kami sudah siap," kata Eeng.

Nanang Sutisna

Komentar (0)


Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi tempo.co. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan
Wajib Baca!
X