Kutukan Spanyol Berakhir
Topik
TEMPO Interaktif, WINA: - Kutukan itu berakhir setelah kemarin dinihari tim nasional Spanyol mengalahkan Italia 4-2 melalui adu penalti pada laga perempat final Euro 2008 di Stadion Ernst Happel, Wina, Austria. Alhasil, skuad Matador akan menghadapi Rusia di semifinal.
"Saya merasa sangat emosional dan amat puas. Kami telah menghancurkan nasib sial itu," kata Raja Spanyol Juan Carlos, yang menonton langsung di stadion bersama istrinya, Ratu Sofia. Sang Raja pernah menyerahkan trofi Piala Dunia kepada kapten Italia, Dino Zoff, ketika Spanyol menjadi tuan rumah.
Selama 88 tahun, Spanyol tak pernah bisa menang atas Italia, termasuk kekalahan 1-2 saat kedua kesebelasan bertemu pada Piala Dunia 1994 di Amerika Serikat. Terakhir mereka mengalahkan tim dari Negeri Pizza itu 2-0 pada Olimpiade Antwerp di Belgia pada 1920.
Kemenangan atas Italia itu sekaligus menghapus kutukan 22 Juni sebagai tanggal sial bagi tim Spanyol. Mereka tiga kali kalah dalam pertandingan perempat final pada tanggal itu dan semua lewat adu penalti, yakni kalah oleh Belgia pada Piala Dunia 1986, oleh Inggris pada Euro 1996, dan oleh Korea Selatan pada Piala Dunia 2002.
Bagi penjaga gawang Spanyol, Iker Casillas, hasil mengesankan ini suatu keberuntungan. "Itu sebuah lotere dan kami beruntung dapat melewati hambatan itu," kata kiper berusia 27 tahun dari klub Real Madrid itu. Pemain bertinggi badan 185 sentimeter itu menjadi pahlawan kemenangan Spanyol setelah menggagalkan tendangan penalti dua pemain Italia.
Soal Rusia yang akan menjadi lawan mereka nanti, ia tak mau terlalu yakin lantaran pernah menang telak 4-1 di penyisihan Grup D. Spanyol pernah masuk ke partai final pada Euro 1984, tapi menyerah 0-2 kepada tuan rumah Prancis.
Meski mengakui anak-anak asuhnya tidak bermain bagus seperti Italia, pelatih Luis Aragones tetap puas atas perolehan itu. "Saya gembira, tapi kami baru memenangi pertempuran kecil," ujar mantan pelatih Barcelona berusia 69 tahun tersebut.
Arsitek tim Italia, Roberto Donadoni, mengakui ia sangat tidak beruntung jika pertandingan harus ditentukan lewat adu penalti. Meski sedih, mantan pemain AC Milan itu tetap bangga atas penampilan para pemainnya. "Saya minta maaf dan bersedih untuk mereka karena saya pikir mereka telah bermain sangat bagus. Soal hasil, tidak masalah."
AFP/Goal/Sport Box/Faisal Assegaf












