Masa Depan Pewaris Aimar


TEMPO Interaktif, : David Silva berteriak kegirangan ketika Cesc Fabregas menyarangkan bola ke gawang Gianluigi Buffon. Kerja kerasnya selama 120 menit tak sia-sia karena Spanyol akhirnya melaju ke semifinal setelah mengalahkan Italia 4-2 lewat adu tendangan penalti.

Silva tampil menawan sepanjang pertandingan. Beberapa kali tendangan kaki kirinya yang keras membuat Buffon jatuh bangun mempertahankan gawangnya.

Meski tak mencetak gol, Silva merasa puas dengan penampilan dirinya dan tim Matador kemarin. "Kami memberikan semua yang kami miliki dan sejujurnya kami sangat bagus. Tim sangat seimbang, bagus dalam bertahan maupun menyerang," kata Silva seusai pertandingan.

Silva, 22 tahun, adalah pemain serba bisa. Ia bisa bermain di semua posisi gelandang. Malam itu ia menjelajah hampir segala lini. Ia juga sanggup bekerja sebagai pengatur serangan sekaligus ujung tombak mematikan. Posturnya tidak tinggi untuk ukuran Eropa (170 sentimeter), tapi ia cepat dan gesit. Tendangan kaki kirinya keras.

Pemain asal Kepulauan Canary ini kerap dibandingkan dengan Pablo Aimar, pemain tim nasional Argentina yang ia gantikan di Valencia. Ia juga mewarisi kostum bernomor 21, yang sudah lama menjadi trademark Aimar, yang kini merumput di Real Zaragoza.

Silva memulai debutnya sebagai pemain profesional di klub Valencia pada 2004. Tahun itu juga ia dipinjamkan ke klub divisi II, SD Eibar. Di Eibar ia bermain 35 kali dengan mencetak lima gol. Musim berikutnya ia dipinjamkan ke Celta Vigo. Kali ini dia main 31 kali dengan empat gol.

Berkat penampilannya yang bagus di kedua klub tersebut, Valencia menariknya kembali pada 2006. Valencia kemudian memperpanjang kontraknya tujuh tahun pada 21 Juni 2007. Kini ia menjadi aset berharga bagi Valencia bersama sejumlah pemain berbakat lainnya, seperti David Villa, Joaquin, Ever Banega, dan Raul Albiol. Ia sudah memainkan 70 pertandingan bersama Valencia dengan sembilan gol.

Valencia menemukan Silva ketika bermain di Kepulauan Canary saat usianya masih 15 tahun. Setelah itu Silva memboyong seluruh keluarganya ke daratan Spanyol, termasuk sang ayah, Fernando, yang meninggalkan karier politiknya dan mengambil pekerjaan sebagai kepala keamanan di Valencia.

Seperti halnya Villa, Silva juga menarik perhatian sejumlah klub Inggris. Liverpool, Tottenham Hotspur, Chelsea, dan Arsenal mengincarnya, tapi sejauh ini baru Liverpool yang getol memburunya.

Manajer Liverpool Rafael Benitez sangat ingin Silva bergabung. Namun, ia punya pilihan lain bila Silva tak bisa diboyong, yakni James Milner (Newcastle) dan Albert Riera (Espanyol). Rafa--panggilan Benitez--harus menyiapkan dana besar untuk Silva karena Valencia akan melepasnya dengan harga 20 juta pound sterling atau sekitar Rp 360 miliar.

Mantan pelatih Valencia itu sejak lama tertarik kepada Silva, tapi ia semakin kepincut setelah menyaksikan penampilan Silva pada pertandingan Grup D ketika Spanyol mengalahkan Swedia 2-1, 14 Juni lalu. Ia mengirim umpan matang yang diselesaikan dengan baik oleh Fernando Torres.

Sejak melakukan debut di tim nasional pada November 2006, Silva kini selalu menjadi pilihan utama pelatih Luis Aragones. Bersama Andres Iniesta, 24 tahun, Santiago Cazorla, 23 tahun, Fabregas, 21 tahun, dan Torres, 24 tahun, Silva disebut-sebut sebagai masa depan tim Spanyol. BERBAGAI SUMBER | SAPTO YUNUS

BIODATA
Nama: David Josue Jimenez Silva
Lahir: Arguineguin, Kepulauan Canary, 8 Januari 1986
Tinggi: 170 cm
berat: 67 kg
Klub: Valencia
Posisi: Gelandang
Nomor punggung: 21

KLUB
2004: Valencia
2004/2005: SD Eibar
2005/2006: Celta Vigo
2006-sekarang: Valencia

PENGHARGAAN
2007/2008: Juara Piala Raja Spanyol (Valencia)

Komentar (1)


Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi tempo.co. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan
0
0
hai............ david silva......
Copyright © 2011
TEMPO
.CO
Wajib Baca!
X