Presiden : Jangan Perjuangkan Politik Dengan Kekerasan
TEMPO Interaktif, Jakarta:Pasca aksi demonstrasi yang berakhir ricuh kemarin, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono meminta perjuangan kepentingan politik yang merusak dihentikan. Ia meminta, menjelang pemilu 2009, politik diperjuangkan dengan benar tanpa aksi kekerasan.
"Mari cegah cara memperjuangkan kepentingan politik yang akhirnya merusak. Apalagi disertai kekerasan-kekerasan. Itu keluar dari etika
dan moral dalam berpolitik," kata Presiden di sela-sela penyerahan penghargaan Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja di Istana Negara, Rabu (25/6).
Situasi sosial dan politik terus berkembang menjelang Pemilu tahun depan. Ia meminta mekanisme proses memperjuangkan politik dalam tatanan demokrasi yang sehat digunakan. "Sehingga kompetisinya sehat," katanya.
Menurut dia, jika kompetisi sehat tidak akan mengganggu ketenteraman hidup yang akibatnya membuat persoalan bagi rakyat.
Juru Bicara Presiden Andi Mallarangeng menyatakan Presiden ingin mengingatkan dan memberikan seruan kepada masyarakat agar berhati-hati. Sekarang ini menjelang pemilu dan memasuki tahun-tahun politik. "Presiden mengingatkan masyarakat dalam mengikuti kegiatan tahun politik, jangan anarkis. Mari mengikuti etika dan ketentuan politik agar tidak melakukan kekerasan," kata Andi.
Presiden mengingatkan mahasiswa berhati-hati. Jangan sampai aksi demonstrasi disusupi dan ditunggangi oleh pihak yang menggunakan mahasiswa untuk tujuan politik tertentu.
Saat dikonfirmasi apakah Presiden mengetahui pihak yang memiliki kepentingan politis itu, Andi mengatakan "Belum ada laporan," katanya.
Ninin Damayanti














