Pendapatan Premi Asuransi Jiwa Naik 61,1 Persen


TEMPO Interaktif, Jakarta:
Asuransi jiwa nasional mencatatkan total pendapatan premi sebesar Rp 13,9 triliun pada kuartal pertama 2008. Angka ini menunjukkan kenaikkan 61,1 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp 8,7 triliun.

Total pendapatan premi tersebut terdiri dari premi produksi baru Rp 10,025 triliun dan premi lanjutan Rp 3,92 triliun. "Data ini berdasar dari perolehan 40 perusahaan asuransi jiwa di Indonesia, terdiri dari 24 perusahaan asuransi jiwa nasional dan 16 perusahaan asuransi jiwa patungan," kata Ketua Umum Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI), Evelina Piettruschka, dalam rilisnya, Rabu (25/6).

Dari total pendapatan premi tersebut, Rp 10 triliun diantaranya merupakan premi produk baru. "Angka ini tumbuh signifikan, sekitar 80 persen dibandingkan periode sama sebelumnya sebesar Rp 5,6 triliun," ujarnya.

Menurut Evelina, kondisi ini memupuskan kekhawatiran penurunan pertumbuhan premi asuransi jiwa akibat kenaikan BBM serta inflasi. "Justru, kinerja asuransi jiwa terus tumbuh menggembirakan belakangan ini," kata dia.

Direktur Eksekutif AAJI, Eddy Berutu ikut menambahkan bahwa nilai investasi industri asuransi jiwa anggota AAJI di kuartal pertama 2008 mencapai Rp 91,9 triliun atau naik 38,4 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp 66,5 triliun. "Total aset mencapai Rp 102,5 triliun atau meningkat 37 persen," ujar Eddy.

Sebagian besar investasi tersebut dialokasikan pada instrumen investasi efek-efek Rp 35,04 triliun (38,1 persen), reksadana Rp 27,99 triliun (30,43 persen), deposito Rp 10,11 triliun (10,99 persen), SBI Rp 7,23 triliun (7,86 persen), penyertaan langsung Rp 4,08 triliun (4,43 persen), SBPU Rp 2,84 triliun, bangunan atau tanah Rp 2,08 triliun (2,26 persen), pinjaman polis Rp 2,05 triliun (2,23 persen).

WAHYUDIN FAHMI

Komentar (0)


Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi tempo.co. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan
Copyright © 2011
TEMPO
.CO
Wajib Baca!
X