Topik
Jaringan Kabel Bawah Laut Kepulauan Seribu Terganggu
TEMPO Interaktif, Jakarta: Jaringan listrik kabel bawah laut yang terhubung ke Pulau Untung Jawa, Pulau Tidung dan Pulau Lancang, Kabupaten Administrasi Kepulauan Seribu mengalami gangguan. Musibah ini melumpuhkan aktifitas ratusan warga setempat.
Bupati Kepulauan Seribu, Abdurrachman Adit menerangkan, peristiwa baru diketahui sejak kemarin siang sekitar pukul 10.30 WIB. "Mulanya kami pikir hanya pemadaman biasa. Tapi ternyata masih berlangsung hingga hari ini," ujarnya.
Abdurrachman mengaku belum mengetahui penyebab gangguan tersebut. Yang terang, kata dia, gangguan itu saat ini sedang ditelusuri oleh petugas PT Multifabrindo selaku kontraktor. "Kemungkinan baru selesai dalam 4-14 hari," katanya.
Gangguan tidak hanya dialami oleh warga Untung Jawa. Ratusan warga yang bermukim di Pulau Tidung dan Pulau Lancang juga ikut merasakan dampaknya. Soal itu terjadi karena simpul jaringan di dua pulau itu terhubung dengan jaringan Untung Jawa.
Malangnya, situasi darurat itu belum diantisipasi oleh pemerintah setempat. Dua mesin genset tidak bisa dioperasikan. Persoalan muncul lantaran jaringan mesin diesel diputus akibat penggunaan jaringan bawah laut.
"Tidak mungkin ada dua jaringan," kata Abdurrachman. Tak hanya itu, pemerintah juga tidak memiliki cadangan solar yang bisa dipergunakan untuk menghidupkan mesin. "Saat ini sudah tidak dianggarkan," katanya.
Lurah Pulau Untung Jawa, Edi Suroyo menerangkan, musibah itu menyebabkan ratusan warga kesulitan memperoleh air bersih. Biasanya, kata dia, suplai air bersih diperoleh warga dengan mengandalkan peralatan Reverse Osmosis.
"Kalau listrik mati, otomatis peralatan mesin juga tidak berfungsi," kata Edi. Akibatnya, lanjut Edi kebutuhan air bersih disediakan dengan cara membeli air mineral. Itu pun umumnya untuk kebutuhan minum. "Biaya hidup disini jadi tinggi," katanya.
RIKY FERDIANTO





