Hiddink Lebih Suka Italia
Topik
TEMPO Interaktif, BASEL:Pelatih Rusia, Guus Hiddink, mengaku lebih suka timnya bertemu dengan Italia di laga semifinal ketimbang harus menghadapi Spanyol pada Jumat dinihari nanti WIB.
Tim Beruang Merah--julukan Rusia--meraih satu tiket ke semifinal dengan cara cukup sensasional. Meski tak diunggulkan, pasukan Hiddink ini mampu mempecundangi tim favorit juara Belanda dengan skor cukup mencolok, 3-1.
"Saya pilih bertemu dengan Italia, karena taktik kami lebih berjalan jika melawan mereka. Tim Italia banyak menempatkan pemain dalam satu posisi di belakang bola, tapi membiarkan ruang lain terbuka," ujar Hiddink.
Pada akhirnya pelatih yang menangani Rusia sejak 2006 itu hanya pasrah saja dengan ketentuan bahwa Rusia lagi-lagi bertemu dengan David Silva dan kawan-kawan, yang mengalahkan mereka 4-1.
"Sayang sekali (pertemuan dengan Italia) tidak terjadi. Spanyol mirip Rusia. Mereka suka memainkan bola. Namun, jika mereka sudah unggul 1-0, akan turun ke belakang dan memainkan serangan balik," tutur Hiddink.
Rupanya mantan pelatih tim nasional Australia ini mengalami sedikit trauma dengan kekalahan di fase penyisihan Grup D. Saat itu David Villa menjadi predator bagi pertahanan Rusia, yang digalang Sergey Ignashevich, dengan mencetak hat trick.
Hiddink mengkritik pemainnya yang terlalu memberi ruang berkreasi bagi lini tengah Spanyol dan melulu melakukan kesalahan mendasar yang tidak perlu.
Ditambah lagi mental Andrei Arshavin dan kawan-kawan ketika itu runtuh akibat lawan yang bermain impresif dan terus melancarkan serangan bertubi-tubi. Namun, setelah kekalahan telak itu, Rusia bangkit. Berturut-turut, Yunani, Swedia, dan Belanda merasakan bagaimana permainan Rusia sesungguhnya.
The Goose--julukan Hiddink--sangat semringah dengan mental Roman Pavlyuchenko dan kawan-kawan yang bisa berbalik 90 derajat.
"Saya terkejut bukan karena skill mereka. Saya paham skill mereka luar biasa. Mereka mengontrol dan mengoper dengan baik. Mereka merupakan pemain dengan kemampuan tinggi," kata Hiddink.
Menghadapi Spanyol nanti, Hiddink menyarankan agar pemainnya lebih tenang dan mempertahankan ritme. Juga membuang jauh tekanan yang ada di pertandingan semifinal. Hiddink mengaku punya strategi khusus yang akan diformulasikan di lapangan nantinya.
"Ini merupakan momen langka dan harus dinikmati. Saat menikmatinya, biasanya Anda akan bermain dengan kemampuan terbaik. Kami tidak ingin menekan diri kami sendiri. Kami hanya ingin bermain sepak bola," ucap Hiddink.
Para punggawa Rusia pun berjanji akan tampil maksimal dan tidak mengulangi kesalahan yang mereka buat saat fase penyisihan Grup D.
"Waktu itu kami membuat kesalahan mendasar saat melawan Spanyol, tapi kami tidak akan mengulanginya. Ini bukan pertandingan grup, tekanan akan lebih tinggi dan kami harus berkonsentrasi serta tidak membuat kesalahan," tutur kapten tim Sergei Semak. AFP | NEWYORKTIMES | HERU TRIYONO
Komentar (0)
Berita Terkait
Top Stories
Foto Terbaru
Editor's Choice
- Istana Nilai Protes Penghargaan SBY Salah Kaprah
- Pelaku Pembantaian London, Pemuda Kelas Menengah
- Perwira Polisi Sabang Gegerkan Warga
- PKS: Rotasi Anggota di DPR Bukan untuk Serang KPK
- Pramono Edhie Bisa Ikut Konvensi Demokrat
- Wanita Ini Gugat McDonald's karena Suaranya Hilang
- Sebanyak 8.250 Siswa SMA Tak Lulus Ujian Nasional












