Kiper Ketiga Hanya Banyolan


TEMPO Interaktif, Jakarta: Turki kehilangan sedikitnya delapan pemain untuk pertandingan yang akan digelar Kamis (25/6) atau Jumat dini hari, karena berbagai problem cedera dan larangan bermain.

Fatih Terim sempat melontarkan ide mengejutkan untuk menggunakan kiper ketiga Tolga Zengin sebagai bek atau penyerang karena kendala tersebut. Namun, tak berapa lama pelatih berusia 54 tahun ini buru-buru mengoreksi pernyataannya.

"Cuma lelucon," kata dia, "namun publik menganggapnya serius. Hanya banyolan untuk mengungkapkan fakta bahwa kami banyak kehilangan pemain."

Penjaga gawang Volkan Demirel dilarang dua kali bermain, dan gelandang Newcastele United Emre Asik tak bisa bermain lantaran cedera hamstring. Volkan kehilangan dua partai karena mendapat kartu merah saat melawan Republik Cek.

Turki juga tidak diperkuat Tuncay Sanli, Arda Turan, dan Emre Asik karena persoalan kartu. Ada pun Nihat Kahveci, Emre Gungor, dan Servet Cetin masih dibekap cedera.

Terim mengatakan, Tumer Metin boleh jadi akan dimainkan pada 30 menit terakhir pertandingan meskipun cedera paha. Gelandang bertahan Mehmet Aurelio sudah dapat bermain kembali setelah kena hukuman sekali tak boleh bertanding.

Turkiye tidak diperkuat enam pemain saat mereka menang Kroasia 3-1 dalam adu penalti di perempat final, Jumat lalu. Mereka selanjutnya kehilangan tiga pemain - Tuncay, Arda dan Emre Asik - karena tak boleh bermain setelah mendapatkan kartu kuning selama pertandingan yang digelar di Ernst Happel Stadium, Wina, itu.

Penyerang Nihat angkat koper dari turnamen, Senin lalu, karena cedera paha. Tapi UEFA menegaskan tidak akan memberi dispensasi khusus bagi Turki untuk memanggail pemain tambahan. "Anda tidak bisa mengganti pemain setelah pertandingan pertama digelar dalam turnamen ini," ucap juru bicara UEFA William Gaillard.

Kubu Jerman akan kembali ditemani pelatih Joachim Low setelah ia melewati hukuman satu kali tak boleh menemani tim.

Di pihak lain, ada keputusan besar yang sedikti membingungkan, apakah Loew akan memakai formasi 4-4-2 atau tetap dengan pola 4-5-1. Pola terakhir pakai saat Der Panzer berhasil mengalahkan Portugal. "Kami bermain baik dengan formasi 4-5-1, namun favorit saya 4-4-2," kata Loew.

"Kami akan mengamati Turki dan segera memutuskan formasi apa yang akan dimainkan, termasuk kemungkinan memakai dua atau tiga penyerang. Apapun formasi yang dipakai, pemain harus siap. Penting untuk terus berlari dan ketika itu sudah berjalan, taktik jadi kurang penting," ujarnya.

Perubahan hanya menempatkan satu penyerang akan beresiko tinggi. Artinya membiarkan Michael Ballack menjadi bulan-bulanan bek lawan. Jika Loew, yang memiliki pasukan lengkap, memutuskan memainkan Frings, ada kemungkinan Simon Rolfes atau Thomas Hitzlsperger yang tergusur.

"Semua pemain siap tempur, kami bisa memainkan semua," kata Loew. "Torsten Frings sudah berlatih seperti biasa, meski dengan plester pelindung."


BBC Sports/Bobby

Komentar (0)


Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi tempo.co. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan
Copyright © 2011
TEMPO
.CO
Wajib Baca!
X