Anak-Anak Korban Salah Tangkap Demo BBM Beri Kesaksian


TEMPO Interaktif, Jakarta:Perhimpunan Bantuan Hukum dan Hak Asasi Indonesia (PBHI) akan memfasilitasi korban salah tangkap untuk memberikan kesaksian. Hal itu dilakukan dalam konferensi pers di Kantor PBHI, Kamis (26/6).

Salah satu siswa SMP yang menjadi korban salah tangkap, Julio Nicodemus (12) akan menuturkan kejadian saat kronologis peristiwa dan penangkapan oleh pihak kepolisian. Rencananya, Julio akan membeberkan tindakan polisi.

Senin lalu, demo penolakan kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) sempat menjadi aksi brutal dengan membakar ban-ban bekas yang dipasok oleh sebuah mobil bak terbuka, juga merobohkan pagar pembatas jalan tol dan pagar gerbang kompleks MPR/DPR.

Aksi yang diawali oleh 30-an mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Jakarta (AMJ) itu juga membuat lalu lintas Ibu Kota kacau akibat blokade di jalan tol maupun jalur khusus bus Transjakarta. Blokade terjadi antara lain di jalan-jalan protokol seperti H.R. Rasuna Said, Jalan Gatot Subroto, serta sore harinya di Jalan Sudirman di kawasan Semanggi.

Terhadap aksi itu, pihak kepolisian menangkap 42 orang yang diduga terlibat dalam aksi pengrusakan fasilitas kota itu.

Eko Ari Wibowo

Komentar (0)


Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi tempo.co. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan