Penjahat Nazi Nongol di Euro 2008
Topik
TEMPO Interaktif, Jakarta:Selama 53 tahun ia tinggal nyaman di Austria, termasuk 2 tahun di Klagenfurt, sebuah kota di selatan negara itu. Stadion Wothersee di kota ini pun menjadi salah satu tuan rumah Euro 2008. Ada tiga tim yang bertanding di sana: Jerman, Polandia, dan Kroasia.
Selasa pekan lalu, seorang lelaki tua bergandengan tangan dengan istrinya, Edeltraut, berjalan santai menikmati suasana meriah Piala Eropa. Kebetulan hari itu Polandia akan menghadapi Kroasia. Tak mengherankan, pendukung kedua negara tumplek di sana.
Meski sudah berusia 95 tahun, lelaki bernama George Aschner itu menyusuri Jalan 8 Mei tanpa tongkat. Memang beberapa kali ia berhenti di kafe, mengobrol dengan pelayan, dan meneguk anggur dengan wajah tampak nikmat. Dia bergabung dengan para pendukung Kroasia.
Meski begitu, tak ada yang mengenali pria renta itu. Padahal, pada 1941-1942, ia pernah bertugas sebagai kepala polisi di Pozega, kota di selatan Kroasia.
Oops... ternyata ia penjahat Nazi yang paling dicari pemerintah Kroasia. Surat perintah penangkapan pun sudah diedarkan ke seluruh dunia melalui polisi internasional sejak tiga tahun lalu. Tudingannya: penjahat perang dan penjahat kemanusiaan. Nama aslinya Milivoj Asner. Sebagai kepala polisi Nazi, ia dituduh bertanggung jawab atas pengiriman ribuan etnis Serbia, Yahudi, dan Kroasia ke kamp kematian Nazi.
Meski berkali-kali mendesak, Austria menolak mengekstradisi Aschner karena penyakit alzheimer dan ketuaan yang ia derita. "Berdasarkan hukum Austria, orang yang tidak bisa diadili atau diperiksa tidak dapat diekstradisi," kata Thomas Geiblinger, juru bicara kementerian kehakiman negara itu.
Namun, Senin lalu lembaga itu mengubah keputusan mereka. Kementerian Kehakiman Austria akan membuka kembali kasus yang ditutup pada Februari 2006 itu.
Tentu saja ini disambut gembira kaum Yahudi, termasuk dari lembaga Simon Wiesenthal Center di Yerusalem. "Kami berharap hakim akan berbuat benar dan tidak bersimpati terhadap orang seperti Aschner. Haaretz | The Sun | The Times | Faisal Assegaf
Komentar (0)
Berita Terkait
Top Stories
Foto Terbaru
Editor's Choice
- Karena Cantik, Wanita ini Tidak Bisa Bekerja
- Wapres Barcelona: Mourinho Itu Momok bagi Spanyol
- Jokowi: Siapa Saya, Kok Dibikinin Film?
- Dugaan Korupsi Rp 700 Miliar, Menteri Nuh: Saya Pelajari
- Awak Pesawat Amerika Diizinkan Menginap di Aceh
- PKS Klaim Bisa Himpun Rp 2 Triliun Secara Sah
- Layani Pasien KJS, Rumah Sakit Pemerintah Nombok












