Ada yang Hilang di Euro 2008
Topik
TEMPO Interaktif, NYON: -- Ada satu hal yang hilang dari ajang Euro 2008, setidaknya hingga babak perempat final, yakni gol dari tendangan bebas. Padahal di ajang sama sebelumnya gol seperti itu justru cukup dominan dan kerap jadi penentu langkah sebuah tim.
Direktur Teknik Asosiasi Sepak Bola Eropa (UEFA) Andy Roxburgh mengakui fenomena ini cukup mengejutkan. "Sejauh ini hanya satu dari 68 gol yang tercipta dicetak dari tendangan bebas, yakni gol Daniele De Rossi," katanya. "Gol itu pun tak murni karena sempat membentur pemain lain."
Gol Michael Ballack ke gawang Austria, menurut dia, tak bisa digolongkan ke dalam kategori ini. Sebelum bola disodorkan ke samping, bola disetop pemain Jerman, lalu ditendang Ballack. "Secara umum kami melihat kurang dari 25 persen gol tercipta dari tendangan bebas. Kondisinya sama dengan di ajang Liga Champions musim ini," katanya.
Lalu mengapa fenomena itu terjadi? Mantan pelatih Skotlandia itu melihat beberapa kemungkinan. "Bisa karena organisasi pertahanan masing-masing tim kian membaik. Atau bisa juga karena pemain spesialis (tendangan bebas) tidak menemukan sentuhan terbaiknya," katanya. "Sekarang ini, karena terjadinya aksi saling memata-matai, jarang tim yang berani melakukan aksi aneh dan cerdik saat melakukan tendangan itu."
Di luar hilangnya faktor itu, Roxburgh menilai pergelaran Euro 2008 ini, hingga babak perempat final, telah menyuguhkan begitu banyak drama yang menyihir publik sepak bola dunia. Beberapa keajaiban bahkan mengubah pertandingan di lapangan hijau layaknya panggung teater. "Sangat menarik melihat di turnamen ini begitu banyak gol menit akhir dicetak. Kami sudah mencatat tujuh gol di injury time dan empat di babak perpanjangan waktu," katanya.
Gol seperti itu dinilainya mengindikasikan bahwa para pelatih banyak membuat keputusan bagus, yang berujung pada berubahnya hasil pertandingan. "Begitu banyak pertandingan yang fantastis dan berkualitas tinggi," kata Lelaki yang memimpin sembilan orang anggota Komite Teknik UEFA itu.
Piala Eropa ini juga telah melahirkan bintang-bintang baru. Andrei Arshavin dan Roman Pavlyuchenko kini menjadi komoditas baru. "Pengaruh Arshavin kepada tim Rusia seperti keajaiban," ujar Roxburgh. Andil kedua orang itu pun tidak sembarangan. Rusia dibuat tampil gagah oleh mereka sampai babak semifinal walau pada pertandingan pertama grup kalah 1-4 oleh Spanyol. "Tim Rusia semakin kuat dan kuat seiring dengan turnamen ini berjalan."
Tim Turki disebutnya merupakan jelmaan dari keajaiban yang terjadi di Euro. Tiga kali beruntun membalikkan keadaan sungguh sebuah anomali. AFP | UEFA | HERU TRIYONO
Komentar (0)
Berita Terkait
Top Stories
Foto Terbaru
Editor's Choice
- Farhat Jadi Tersangka, Ahok Sudah Lupa
- Safari 'Pencitraan' 2014, Gita Wirjawan Menjawab
- Jurus Sukses UN SMAK 1 BPK Penabur Jakarta
- Ini Syarat Menjadi Manajer Manchester City
- Orang Cerdas Tak Mampu Lihat Gerakan Besar?
- Robot Pintar Ini Digerakkan oleh Ponsel
- X-Wing, Pesawat Luar Angkasa Star Wars, Mendarat di New York












