Topik
Kasus Flu Burung Sering Salah Diagnosa
TEMPO Interaktif, Jakarta:
Penyakit flu burung pada manusia seringkali salah didiagnosa sebagai demam berdarah dan typoid. Hal ini dilihat dari daftar adiminstrasi pemberian obat-obatan.
Direktur Rumah Sakit Sulianti Saroso Sardikin Giriputro dalam konferensi di Kuala Lumpur mengatakan diagnosa dan pemberian obat yang salah mengakibatkan tingginya tingkat kematian.
"Salah diagnosa sebagai demam berdarah, bakteri penumonia, typhoid dan infeksi pernapasan karena memiliki gejala klinis yang sama." kata dia.
Indonesia merupakan negara dengan angka kematian akibat flu burung mencapai 81 persen, jauh di atas angka kematian dunia sebesar 60 persen. Sejak 2003 hingga saat ini terdapat 135 kasus konfirm, dan 110 orang meninggal dunia.
Angka kesembuhan meningkat jika obat tamiflu diberikan kurang dari dua hari setelah seseorang menunjukkan gejala terinfeksi flu burung. Paling baik diberikan dalam waktu kurang dari 24 atau 36 jam setelah menunjukkan gejala.
Aqida Swamurti | Reuters