Pendukung Rusia Nelangsa, tapi Bangga


TEMPO Interaktif, Moskow: Kecewa bercampur bangga menyelubungi hati pendukung Rusia yang tumpah ke jalanan pada Kamis (26/6) malam waktu setempat setelah menonton tim kesayangan mereka takluk 3-0 dari Spanyol dalam semi final Euro 2008 di Stadion Ernst Happel, Austria.

Banyak yang berharap untuk mengulang perayaan Sabtu lalu ketika Moskow dibanjiri sekitar 700 ribu pendukung pasca kemenangan Rusia atas Belanda 3-1 di perempat final.

Televisi Rusia melaporkan, polisi Moskow memperkirakan akan tercipta keramaian yang lebih dahsyat andai saja Rusia mampu menaklukkan Spanyol. "Bisa mencapai tiga juta manusia," kata seorang jurnalis program berita Vesti yang mengutip pernyataan seorang polisi sebelum pertandingan.

Ribuan polisi disiagakan di seluruh Moskow pada Kamis itu untuk mengendalikan para suporter, dan dilaporkan tak ada kendala berarti ataupun luka serius dalam keramaian tersebut.

Sementara para pendukung yang menonton pertarungan di bar dan restoran, pulang sambil memendam kecewa akibat kekalahan yang menyesakkan itu. Sesekali terdengar sayup-sayup suara ceria di pelosok kota.

Pahlawan Bangsa

Teriakan "Rassiya, Rassiya", yang maksudnya Rusia, menggema di malam yang pekat saat yang lainnya meneriakkan "Guus, Guus, Guus", sebagai penghormatan warga Rusia bagi pelatih asal Belanda Guus Hiddink yang menukangi Arshavin dkk.

Hiddink menjadi seorang pahlawan nasional bagi jutaan orang usia karena berkat sentuhan tangan dinginnya membuat Rusia mampu bermain cantik dan menarik selama pagelaran 2008.

"Seperti mimpi, tapi mimpi ini cepat ataupun lambat akan segera berakhir," kata salah seorang pendukung sambil menggengam bendera Rusia, saat dia melangkah keluar bar dekat pusat kota.

"Tapi kami tetap bangga pada tim kami dan juga pelatih Guus Hiddink atas semua yang telah ia lakukan untuk persepakbolaan Rusia. Saya benar-benar berharap dia tetap memegang jabatannya, dan lain kali kami akan menjadi juara," ucap dia lagi.


Reuters/Bobby

Komentar (0)


Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi tempo.co. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan
Copyright © 2011
TEMPO
.CO
Wajib Baca!
X