Letkol Wahyu Hidayat Dimakamkan Besok Siang
TEMPO Interaktif, Bandung:Letnan Kolonel Teknik Wahyu Hidayat, awak pesawat Cassa 212 seri 200 yang jatuh di Bogor, Jawa Barat, rencananya dimakamkan Minggu (29/6) besok pukul 12.30 WIB di Taman Makam Pahlawan Cikutra, Bandung.
Menurut informasi yang diterima Sumarna, keluarga korban di Bandung, jenazah mendiang akan diberangkatkan dari Lanud Halim Perdana Kusumah, Jakarta, sekitar pukul 07.00 pagi besok.
“Mungkin sekitar jam 10.00 tiba di rumah jalan Letnan Udara Subagio No 14,” kata Sumarna saat dihubungi Sabtu (28/6) malam. Dia menerima informasi itu dari istri Wahyu, Nadya Yurisha, yang malam ini masih berada di Jakarta.
Sejak pukul 07.00 pagi tadi, istri Wahyu dan orang tua Wahyu berada di Lanud Halim Perdana Kusumah Jakarta. Mereka menunggu kedatangan jenazah, yang hingga malam ini masih tertahan di lereng Gunung Salak, karena cuaca buruk sore tadi.
Seperti diketahui, pesawat TNI AU, Cassa NC212M-200, jatuh di kaki Gunung Salak Bogor, Kamis (26/6). Pesawat asal Skuadron Udara 4 Pangkalan Udara Abdurrahman Saleh, Malang membawa sejumlah penumpang.
Mereka lepas landas dari Pangkalan Halim Perdanakusumah sekitar pukul 10.00 WIB tapi hilang kontak sekitar pukul 11.30 ketika terbang antara Leuwiliang-Rumpin.
Operasi pencarian pun dilakukan. Jumat (27/6) kemarin, dikabarkan bangkai pesawat ditemukan di hutan Kampung Cibitung, Kecamatan Tenjolaya, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.
Letkol Teknik Wahyu Hidayat, 42 tahun, meninggalkan seorang istri, Nadya Yurisha, 33 tahun, dan dua anak. Yaitu Tama Hidayat, 5 tahun, dan Runa Hidayat, 3 tahun. Wahyu mulai berdinas di Departemen Pertahanan RI, Jakarta, awal Januari tahun ini.
Sebelumnya, Wahyu berdinas di Lanud Abdulrahman Saleh, Malang, Jawa Timur. "Namun Mas Wahyu dan anak-istrinya tinggal di sini,"kata Sumarna.
Wahyu berangkat dinas ke Jakarta, setiap Minggu malam dan kembali pada Jum'at sore. Ia terakhir bertemu anak dan istrinya Minggu (22/6) malam, pukul 22.00. "Siang harinya mas Wahyu dan keluarga sempat rekreasi, jalan-jalan,"katanya seraya mengaku tidak tahu pasti kemana ia berekreasi. Erick P. Hardi



