Susahnya Menjangkau Reruntuhan Casa
TEMPO Interaktif, Jakarta:
Jalur pendakian menuju lokasi kecelakaan pesawat hanya bisa dilalui jalan setapak yang ditumbuhi semak belukar. Lebar jalan hanya sekitar 30 cm dan bersisian dengan tebing jurang. Kabut tebal yang turun sejak dini hari tadi ikut menyulitkan proses pendakian. Kondisi jalan terlihat basah dan terasa licin untuk dilalui.
Kesulitan tak berhenti disitu. Di puncak bukit, rute perjalanan disambung dengan menyusuri tebing terjal dengan kemiringan sekitar 80 derajat. Bahkan, lima meter mendekati dataran, kemiringan tebing mencapai 90 derajat. Untuk memudahkan, petugas menjulurkan dua buah tali sepanjang 150 meter.
Tak jauh dari lokasi tersebut, sejumlah serpihan baling-baling dan badan pesawat tampak berceceran. Temuan badan pesawat baru tampak sekitar dua ratus meter dari lokasi temuan serpihan pertama. Kondisi pesawat tampak mengenaskan. Tubuh pesawat ringsek dan terbelah dua.
Jasad penumpang terletak tak jauh dari badan pesawat. Wajah mereka hampir sulit dikenali. Sejumlah jasad korban bahkan tercerai-berai. Empat korban diantaranya terjebak di bangkai pesawat. Proses evakuasi dilakukan dengan memotong sebagian badan pesawat.
Riky Ferdianto/Ari Basuki/Tempo Newsroom
Komentar (0)
Berita Terkait
Top Stories
Foto Terbaru
Editor's Choice
Berita Utama Metro
- Cegah Banjir, Wali Kota Jaksel Andalkan 5 Waduk
- Kamis Ini, Komnas HAM Panggil Jokowi
- Tarif Parsial Kereta Commuter Berlaku 1 Juni
- Pedagang Stasiun UI Ancam Tutup Jalur Kereta
- Sterilisasi Stasiun Ditargetkan Tuntas Pekan Depan
- Lalu Lintas Kereta Naik, Underpass Perlu Ditambah
- Ini Kata Dinas P2B tentang Menara Saidah Miring














