KSAU Lepas Jenazah Korban Casa


Grafis Terkait

TEMPO Interaktif, Jakarta:

Kepala Staf TNI Angkatan Udara Marsekal Soebandrio melepas 12 jenasah korban kecelakaan pesawat Casa 212 malam ini (29/6). Upacara militer diadakan di Skadron Udara 17 Lapangan Udara Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur. Dua belas peti jenasah berselubung bendera merah putih dengan karangan bunga putih ditempatkan di tengah hanggar.

Ke-12 korban yang dilepas tersebut adalah Letkol Supriady, Lettu Bambang, Lettu Ronald, Lettu Febi Fitriani, Mayor Ardjianto, Kapten Agung Prihanbodo, Kolonel AS Jafaara, Mayor Susika, Kolonel Albertus Sulaksono, Kapten Doni Wicaksono, Mayor Wahyu Hidayat, dan Pelda Agus. Jenazah para korban terlebih dahulu diotopsi di Rumah Sakit Pusat TNI Angkatan Udara Dr.Esnawan Antariksa.

Upacara sempat molor beberapa jam menunggu selesainya otopsi. Sekitar pukul 17.00 WIB baru tiba 4 jenasah. Pukul 18.45, jenasah Sulaksono tiba di hanggar. Sepuluh menit kemudian, jenasah Susika tiba. Lalu menyusul enam jenasah lain. Sekitar pukul 19.30, barulah 12 jenasah komplit setelah jenasah Agus tiba.

Upacara dimulai pukul 19.35 dengan Inspektur Upacara Marsekal Soebandrio. Satu persatu jenasah dibawa ke pesawat dan mobil jenasah. Sepuluh menit kemudian upacara serah terima jenasah selesai.

Panglima TNI Jenderal Djoko Susilo ikut memberikan penghormatan terakhir. Selain para pejabat militer, nampak hadir pula politisi Partai Golkar Theo Sambuaga dan mantan Panglima TNI Marsekal Purnawirawan Djoko Suyanto.

Menurut Kepala Dinas Operasional Lanud Halim Kolonel Penerbang SM Handoko, tujuh pesawat disiapkan untuk mengangkut jenasah. Lima Hercules, 1 CN-235, dan 1 Casa. Hercules akan membawa jenasah Ardjianto, Agung, Febi, dan Doni ke Malang, Bambang ke Solo, Susika ke Madiun dan Sulaksono ke Jogja.

Pesawat CN-235 akan membawa jenasah Ronald dan Wahyu ke Bandung. Satu pesawat Hercules dan 1 Casa digunakan sebagai cadangan.

Sedangkan jenasah Agus akan dibawa melalui jalan darat ke Cirebon. Sebelumnya, jenasah Agus akan dibawa menggunakan CN-235. "Namun batal karena di Cirebon tidak bisa mendarat malam," katanya.

Sedangkan Supriady dan Jafaara akan disemayamkan di Taman Makam Pahlawan Kalibata, Jakarta Selatan.

Kepala Pusat Penerangan Mabes TNI Marsekal Muda Asagom Tamboen mengatakan 3 korban WNI sipil dan 3 WNA juga diotopsi di RS Pusat TNI Angkatan Udara. Untuk WNA akan diserahkan kepada pihak perusahaan. Sedangkan WNI sipil akan diserahkan kepada pihak keluarga.

TNI juga membentuk Panitia Penyelidik Keselamatan Pesawat Terbang. "Targetnya 3 bulan selesai," katanya. Asagom juga mengatakan Log Book pesawat sudah ditemukan sehingga akan memudahkan penyelidikan terhadap penyebab jatuhnya pesawat tersebut.

Sofian/Tempo Newsroom

Komentar (0)


Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi tempo.co. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan
Copyright © 2011
TEMPO
.CO
Wajib Baca!
X