Topik
Menjelang Kenaikan Harga, Elpiji Menghilang di Lampung
TEMPO Interaktif, Bandar Lampung:Menjelang kenaikan harga elpji, warga Bandar Lampung kesulitan mendapatkan elpiji ukuran 12 kilogram. Kelangkaan elpiji terjadi sejak pekan lalu. Warga harus menunggu berjam-jam di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum untuk mendapatkan elpiji.
“Elpji seperti menghilang dari pasaran. Saya sudah empat hari mencari dan berkeliling kota belum juga dapat,” kata Raswan, salah seorang warga Bandar Lampung, Senin (30/06).
Hampir seluruh agen elpiji, kata dia, memasang pengumuman “Gas Habis” atau “Sedang Menunggu Pasokan”. Seperti di SPBU Pahoman, misalnya, puluhan warga sudah menunggu sejak pukul 07.00 WIB. Mereka meletakkan tabung elpiji yang telah kosong di depan gudang SPBU itu yang masih tutup.
Warga menduga Pertamina sengaja menahan pasokan elpiji. “Ini merupakan cara lama untuk menaikkan harga. Mereka membuat barang menjadi langka,” ujarnya.
Elpiji ukuran 12 kilogram mulai tanggal 1 Juli besok akan mengalami kenaikan harga menjadi Rp 60 ribu per tabung dari Rp 52 ribu. Kenaikan itu, menurut Sales Eksekutif Representative Pertamina Lampung Gusti Bagus Suteja, merupakan kebijakan nasional. Kenaikan itu, kata dia, mengikuti harga bahan bakar minyak yang terus merangkak naik.
Gusti membantah kelangkaan elpiji karena Pertamina mengurangi pasokan. Dia mengatakan Pertamina telah memasok sekitar 70 ton per hari untuk memenuhi kebutuhan warga Lampung. ”Ada peningkatan permintaan warga setiap akhir dan awal bulan. Jadi tidak bisa dikatakan langka,” katanya.
Pasokan elpiji untuk warga Lampung, kata dia, selalu pada kisaran 70—100 ton per hari. Padahal kebutuhan warga Lampung sekitar 85—90 ton per hari.
Dia berjanji akan terus memantau distribusi elpiji di Lampung. ”Kami akan membanjiri dengan pasokan tak terbatas. Saat ini Lampung selalu mendapat pasokan 280 ton elpiji dari Sumatera Selatan,” katanya.
Nurochman Arrazie