Tim Pecundang Euro 2008

TEMPO Interaktif, WINA:Perhelatan Piala Eropa 2008 sudah mencapai puncaknya dinihari tadi. Sebanyak 345 pemain, 23 pemain x 15 tim, harus pulang dengan kekecewaan, tapi hanya 11 orang yang pantas dimasukkan dalam Tim Pecundang.

Siapa saja mereka?

Di lini belakang ada nama Petr Cech. Republik Cek memimpin pertandingan 2-1 dengan sisa waktu hanya tiga menit. Namun, hanya pada sisa waktu itu pulalah gawang Cech dibobol Nihat Kahveci dua kali. Kiper Chelsea itu salah mengantisipasi umpan silang pada menit ke-87 dan gol kedua Kahveci pada menit ke-89 memaksa Republik Cek pulang cepat.

Dua nama pemain Prancis mengawali kuartet bek: Willy Sagnol sebagai bek kanan dan Eric Abidal sebagai bek kiri. Abidal dimainkan di posisi aslinya sebagai bek kiri; Prancis ditekuk Belanda. Dia dimainkan sebagai bek tengah ketika menghadapi Italia; mendapat kartu merah pada menit ke-24 karena mengganjal Luca Toni dan Prancis kalah 2-0.

Nama pertama untuk bek tengah adalah Lilian Thuram. Okelah, ia adalah pemegang rekor pemain paling banyak bermain di Piala Eropa dengan 16 kali penampilan dan pemegang cap Prancis dalam 142 pertandingan. Namun, entah kenapa pada usianya yang sudah 36 tahun ia tetap saja dimainkan. Kepindahannya dari Barcelona ke Paris Saint Germain juga berantakan karena masalah kondisi jantung.

Partnernya adalah Roman Shirokov, pemain Rusia serba bisa: bek tengah, bek kanan, gelandang kiri, gelandang serang, dan gelandang tengah. Namun, saat tampil, empat gol melesak ke gawang Rusia saat kalah telak 1-4 pada pertandingan pembuka Grup D.

Setelah itu, Shirokov sama sekali tak pernah dipakai pelatih Guus Hiddink, meski Rusia lolos sampai ke semifinal sebelum dihentikan oleh Spanyol, lagi, 3-0.

Di tengah, nama pertama adalah pemain yang oleh pelatihnya sendiri dianggap sebagai biang kegagalan timnya, Euzebiusz "Ebi" Smolarek. Dia adalah bintang Polandia di babak kualifikasi dengan koleksi sembilan gol, tapi penampilannya di Euro melorot.

Duo gelandang tengah adalah Daniele De Rossi dan Angelos Basinas. Ekspektasi terlalu tinggi diberikan kepada De Rossi tak bisa diwujudkannya. Digadang-gadangkan bakal jadi turbo di jantung Italia, tapi operasionalnya pemain AS Roma ini seperti mesin tua yang kekurangan bensin.

Empat tahun lalu Basinas menjadi kunci kejutan Yunani meraih gelar juara, tapi kini ia gagal. Mungkin di tim Hellas tidak hanya dia yang bermain buruk. Namun, sebagai kapten tim, ia yang harus bertanggung jawab.

Adapun di posisi gelandang kanan ada nama Fredrik Ljungberg. Kapten Swedia ini gagal mengangkat permainan timnya. Begitu Euro selesai, Ljungberg, 31 tahun, langsung menyatakan pensiun setelah 75 cap.

Di lini depan, satu nama yang masuk daftar adalah Thierry Henry. Ia memang mencetak gol ke gawang Belanda, tapi secara keseluruhan penampilan Henry mengecewakan--sama mengecewakan seperti di Barcelona. Tendangan bebas De Rossi, yang diubah arahnya oleh Henry, menjadi puncak tersingkirnya Prancis.

Namun, satu nama yang menjadi pilihan di mana-mana sebagai pemain yang paling mengecewakan adalah "Si Lamban" dan "Si Gampang Jatuh": Luca Toni.

Selalu bermain dalam empat laga Italia, dengan total 403 menit. Dia melakukan 12 kali tendangan, tapi 0 gol. Media Italia mencaci Toni, tapi media Jerman--yang memujinya berkat 39 golnya bersama Bayern Muenchen--menilai mandulnya Toni lantaran kurang pasokan dari lini tengah.

Nah, untuk mengurusi tim ini, Raymond Domenech, arsitek Prancis, jadi pilihan. Lengkap sudah! AP | UEFA | RAJU FEBRIAN


TIM PECUNDANG


Pelatih: Raymond Domenech (Prancis)
Formasi: 4-4-2


Kiper: Petr Cech (Republik Cek) Belakang: Eric Abidal (Prancis), Lilian Thuram (Prancis), Roman Shirokov (Rusia), Willy Sagnol (Prancis) Tengah: Euzebiusz Smolarek (Polandia), Daniele De Rossi (Italia), Angelos Basinas (Yunani), Fredrik Ljungberg (Swedia) Depan: Thierry Henry (Prancis), Luca Toni (Italia)