Topik
Luis Aragones Merasa Diabaikan
TEMPO Interaktif, WINA: -- Apa pun hasil yang diraih Spanyol di partai final dinihari tadi, tetap tak mengubah putusan pelatih Luis Aragones untuk mundur. "Saat ini tak ada kemungkinan untuk putar haluan," kata pelatih berusia 69 tahun itu sebelum laga final.
Dalam kesempatan itu Aragones mengungkapkan alasan di balik kepergiannya. Ternyata dia merasa diabaikan. "Saya mundur karena tidak ada upaya dari mereka untuk mempertahankan saya," ujar Aragones.
Kontrak Aragones dengan Federasi Sepak Bola Spanyol (RFEF) memang akan berakhir seusai Euro 2008 ini. Namun, hingga putaran final menjelang, tak ada pembicaraan apa pun dari RFEF menyangkut kontraknya.
"Tidak ada yang memberi tahu saya apa pun ketika babak kualifikasi. Karena itu, saya memutuskan pergi. Sekarang tidak ada jalan kembali, tapi saya tidak ingin orang berpikir bahwa saya yang menginginkan pergi," kata mantan pelatih Real Mallorca itu.
Aragones belum memberikan konfirmasi soal rencananya setelah meninggalkan tim Spanyol. Namun, pelatih yang pernah tersangkut kasus rasis dengan Thierry Henry itu berharap akan terus bekerja di dunia sepak bola. "Selama empat tahun saya bekerja untuk negara, rasanya akan sangat berat meninggalkan semua kenangan itu. Namun, saya akan tetap di sepak bola karena saya harus bekerja," ucapnya.
Belakangan Aragones gencar diberitakan sudah mengikat kontrak dengan klub raksasa Turki, Fenerbahce. Namun, sang pelatih berkali-kali menyatakan belum membuat kesepakatan apa pun dengan klub itu.
Posisi Aragones saat ini memang cukup unik. Sebelum Euro, dia kerap dikritik gagal memberikan prestasi kepada timnya. Kebijakannya juga kerap dinilai tidak populer, termasuk keputusannya mengacuhkan Raul Gonzalez, yang tampil cemerlang bersama Real Madrid.
Kini posisinya justru terbalik. Dia telah berada di atas angin karena sukses membawa Fernando Torres dan kawan-kawan ke partai final untuk pertama kalinya dalam 24 tahun terakhir. Pujian mengalir untuknya, termasuk dari Direktur Olahraga RFEF Fernando Hierro. "Luis telah menunjukkan kinerja fantastis untuk tim nasional. Tak ada keraguan soal itu," katanya.
Aragones telah diminta untuk bertahan jadi pelatih Spanyol, tapi dia telah patah arang. AFP | GOAL | HERU TRIYONO






