Topik
Loew: Saya dan Klinsmann Saling Mengisi
TEMPO Interaktif, : Apa pun hasil final Euro 2008 dinihari tadi, pelatih Jerman, Joachim Loew, telah berhasil maju selangkah melebihi pendahulunya, Juergen Klinsmann. Di Piala Dunia 2006, Klinsmann hanya membawa tim Panser sampai di semifinal. Berikut ini petikan wawancara sejumlah media, termasuk wartawan Tempo, Hari Prasetyo, dengan pria berusia 48 tahun itu di Stadion Ernst Happel, Sabtu lalu.
Apakah keberhasilan Jerman ke final Euro 2008 ini seperti sebuah lingkaran dalam kehidupan Anda? Anda kembali ke tempat saat menjadi pemain di Swiss (klub Schaffthausen, 1989-1992) dan pelatih di Wina (klub Austria Wien, 2003/2004)?
Apa yang pernah saya lakukan di sini sebelumnya tidak berpengaruh terhadap perkembangan tim Jerman. Sebab, penampilan Jerman di Euro 2008 adalah hasil kerja selama dua tahun terakhir. Setelah Jerman tampil buruk di Euro 2004, saya dan Juergen Klinsmann melakukan evaluasi untuk memperbaiki tim buat tampil di Piala Dunia 2006. Kami banyak mempersiapkan pemain muda untuk kejuaraan itu dua tahun lalu dan menjadi kerangka tim yang sekarang.
Apakah Anda sekarang merasa lebih baik dibandingkan dengan Klinsmann?
Juergen mempunyai kontribusi penting dalam tim yang sekarang. Kami bersama-sama membenahi Jerman setelah meraih hasil yang buruk di Portugal (Euro 2004). Saya dan Juergen saling mengisi untuk memajukan Jerman. Jadi, sekali lagi, ia punya kontribusi penting buat perjalanan tim ini dan juga karier kepelatihan saya.
Apa yang Anda lakukan setelah tampil buruk pada pertandingan pertama melawan Kroasia sehingga bisa sampai ke final?
Kami belajar banyak dari kesalahan sewaktu menghadapi Kroasia (Loew kemudian mengubah formasi pemainnya dari 4-4-2 menjadi 4-5-1, yang lebih fleksibel). Kami menjadi lebih menyerang, cepat, dan fleksibel.






