Horta Usulkan Amnesti untuk Pelaku Krisis Dili
TEMPO Interaktif, Dili: Presiden Timor Leste Jose Ramos Horta mengusulkan pemberian amnesti (pengampunan) kepada para pelaku pelaku krisis politik dan militer di negeri itu pada 2006 silam.
Amnesti diperlukan, kata Horta, karena pelaku krisis itu bukan hanya satu atau dua orang, melainkan banyak orang yang terlibat dalam aksi pembakaran, pembunuhan dan penganiayaan.
Usulan Horta itu telah diajukan ke Parlemen Nasional. Dalam waktu dekat, parlemen akan berdebat soal usulan ini. Bila parlemen setuju, maka usulan itu akan disahkan menjadi undang-undang.
Horta juga sudah dua kali melakukan pertemuan dengan para pimpinan partai, termasuk pertemuan pada Selasa lalu di Istana Presiden.
"Pertemuan politikus dengan Horta itu membicarakan masalah amnesti dan situasi ekonomi dan politik dalam negeri. Dalam pertemuan itu Horta mengusulkan amnesti kepada pelaku krisis politik dan militer," ungkap Presiden Partai Sosial Demokrat Mario Viegas Carrascalao di Gedung Parlemen pada hari ini.
Menurut Carrascalao, usulan amnesti adalah kompetensi seorang presiden, namun kelayakannya harus diselidiki dulu, karena yang menginginkan perang saudara berkepanjangan selama ini bisa dihitung dengan jari.
"Rakyat yang bertindak kriminal itu hanya mengikuti arus politik untuk kepentingan individu dan partai tertentu, jadi kita harus membaca situasi ini secara teliti," kata mantan Gubernur Provinsi Timor-Timur itu.
Carrascalao menyatakan menolak usulan Horta itu, karena khawatir pemberian amnesti akan menjadi budaya bagi negeri kecil itu, sehingga para penjahat akan terus dibebaskan, sedangkan rakyat selalu menderita karena kelakuan para politikus.
"Ke depan semua penjahat akan menuntut hak yang sama utnuk mendapat amnesti. Ini akan membahayakan proses peradilan di negeri ini," kata Carrascalao.
JOSE SARITO AMARAL (DILI)