Ekspor Indonesia ke Jepang Bakal Naik


TEMPO Interaktif, Jakarta:Pemerintah optimistis kerja sama kemitraan ekonomi Indonesia-Jepang akan menaikkan volume ekspor ke negara itu. "Ada peningkatan, tapi belum terlalu signifikan," kata Menteri Perdagangan Mari Elka Pangestu, Jumat (4/7).

Dia mengatakan, produk ekspor Indonesia yang mampu menembus pasar Jepang hingga kini adalah tekstil, garmen dan pangan. "Kemitraan ini membawa keuntungan bagi Indonesia," ujarnya. Kerja sama ekonomi kedua negara, kata Mari, menurunkan bea masuk 7-14 persen menjadi nol persen. "Selisih biaya masuknya cukup besar."

Mari menjelaskan, pemerintah mendapatkan kuota ekspor nanas dan pisang ke Jepang. "Namun, Jepang meminta Indonesia harus penuhi standar produk mereka," katanya. Dia menambahkan, sektor pertanian saat ini membutuhkan asistensi teknis dan pengembangan kapasitas.

Ketua Asosiasi Makanan dan Minuman, Thomas Darmawan menyatakan ekspor produk makanan olahan akan meningkat setelah penandatangan kemitraan kedua negara. Saat ini Indonesia menempati posisi ketiga eskportir makana olahan ke Jepang.

Produk makana olahan yang dipasok ke negeri itu, kata dia, adalah lidah buaya, buah mengkudu, buah merah dan makanan sejenisnya. "Kami juga mengekspor tuna, hasil perkebunan seperti buah-buahan, jamur kaleng," ujarnya.

Thomas mengatakan, total nilai ekspor mencapai US$ 150 juta per tahun. Kendala yang dihadapi eksportir untuk menembus pasar Jepang adalah peraturan keamanan produk. "Tingkat keamanan makanan Jepang sangat tinggi," katanya. Kemasan makanan, kata dia, juga harus menggunakan bahasa Jepang.

Dari tekstil Indonesia mengandalkan kain dan benang untuk menembus pasar Jepang. Menurut Sekretaris Eksekutif Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API) Ernovian G. Ismy, ekspor dari dua komoditi ini selalu mengalami kenaikan tiap tahun. "Kenaikannya perlahan tapi pasti, ujarnya. Pada 2007 ekspor tekstil naik sekitar 1,8 persen. "Tahun ini datanya belum ada."

Menurut Ernovian, nilai ekspor benang ke Jepang pada tahun lalu mencapai angka US$ 154,4 juta. Sedangkan ekspor kain sebesar US$ 148 juta. "Tidak ada pasar dunia yang tidak bisa ditembus Indonesia," ujarnya.

CORNILA DESYANA

Komentar (2)


Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi tempo.co. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan
0
0
saya ingin mengetahui persyaratan export barang ke jepang, apakah jepang membutuh karet, minyak kelapa sawit, batubara/ apa saja sumber daya alam di indonesia teruma kasih
0
0
bagai mana ekspor di indonesia bisa maju wong orang2 yang mengurus surat2 aja selalu minta bayaran en prosedurnya rumit sekali jd magai mana tingkat ekspornya bisa maju
Wajib Baca!
X