Wartawan Bandung Kecam Kekerasan Marinir

TEMPO Interaktif, BANDUNG:Puluhan wartawan yang tergabung dalam Solidaritas Wartawan Bandung hari ini menggelar aksi unjuk rasa di depan Gedung Sate, Bandung. Mereka mengecam aksi kekerasan yang dilakukan anggota TNI Angkatan Laut kepada reporter Indosiar di Indramayu, Sabtu (5/7) dini hari.

“Kami mengecam tindakan kekerasan terhadap wartawan yang sedang menjalankan tugasnya," kata Cecep Hendar, Koordinator Aksi di Bandung, Senin (7/7).

Cecep Hendar yang juga wartawan Indosiar ini mengatakan, kekerasan terhadap wartawan merupakan pelanggaran terhadap Undang-undang Nomor 40 tahun 1999 tentang Pers. "Tugas wartawan sebagai penyampai informasi dilindungi undang-undang," ujar Cecep.

Para wartawan yang antara lain berasal dari Aliansi Jurnalis Independen Kota Bandung, Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia Jawa Barat, dan Forum Diskusi Wartawan Bandung itu memulai aksi di depan gerbang Gedung Sate. Setelah berorasi dan menggelar aksi teatrikal, mereka mendatangi Pangkalan TNI Angkatan Laut Bandung di Jalan Ariajipang.

Di tempat itu wartawan juga menyampaian orasi dan pernyataan sikap mereka. "Kami ingin oknum Marinir yang melakukan pemukulan itu ditindak tegas sesuai hukum," ujar Cecep.

Wartawan Indosiar itu juga meminta seluruh wartawan untuk melakukan aksi solidaritas atas peristiwa kekerasan ini. "Kami juga meminta seluruh wartawan untuk selalu berhati-hati dalam menjalankan tugas jurnalistiknya," ujar Cecep.


Seperti diketahui, Praka (Mar) Saprudin, anggota Yon Howitzer 2 Men- Art Pasukan Marinir Cilandak Jakarta Selatan kedapatan menendang wartawan Indonesia Agus Suci di Diskotik Flaminggo, Losarang Kabupaten Indramayu Sabtu (5/7) dini hari. Malam itu, Agus Suci sedang melakukan tugas jurnalistiknya, meliput operasi pekat yang digelar Kepolisian Resor Indramayu.

Komandan Pangkalan TNI Angkatan Laut Bandung Kolonel Erman Amir meminta maaf atas tindakan kekerasan yang dilakukan Saprudin. "Meski dia bukan di bawah koordinasi kami, tapi dia anggota TNI AL khususnya Marinir," ujar Erman.

Erman mengatakan Saprudin saat ini masih diperiksa POM AL di Cirebon. "Mudah-mudahan kejadian seperti ini tidak terjadi lagi di kemudian hari," kata Erman yang berjanji akan menyampaikan pernyataan sikap wartawan ini kepada atasannya.

Rana Akbari Fiktriawan