Negara Sudah Gelontorkan Subsidi Rp 91,7 triliun

TEMPO Interaktif, Jakarta: Pemerintah telah menyalurkan subsidi sebesar Rp 91,7 Triliun sampai dengan Juni 2008. Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati memerinci subsidi BBM telah disalurkan Rp 60,5 triliun, listrik Rp 26,4 triliun, dan subsidi nonenergi Rp 4,8 triliun.

"Dibanding semester pertama tahun lalu, meledak tinggi sekali," kata Menteri Sri dalam keterangan pers di kantornya, siang tadi.

Pada 2007, realisasi penyaluran subsidi semester pertama hanya Rp 41,2 triliun dengan rincian subsidi BBM Rp 28,7 triliun, subsidi listrik Rp 8,7 triliun, dan subsidi non energi Rp 3,8 triliun.

Sementara itu, konsumsi BBM bersubsidi sampai Juni sudah 19,6 juta kilo liter. Tahun ini, diproyeksikan konsumsi BBM mencapai 39-40 juta kiloliter. "Konsumsi BBM pasti melampaui target yang tercantum dalam APBN P 2008," katanya. Dalam APBN P 2008 konsumsi BBM hanya ditargetkan 35,5 juta kiloliter.

Walau demikian, Menteri Sri menjawab pertanyaan Tempo beban subsidi masih dapat ditanggung negara sampai harga minyak US$ 145 per barel dan konsumsi subsidi BBM maksimal 40 juta kiloliter. "Konsumsi BBM 40 juta kiloliter dan harga minyak US$ 145 per barel APBN masih aman walaupun jumlahnya besar sekali," katanya.

Jumlah subsidi BBM dan listrik tiap tahun terus membengkak karena tingginya harga minyak. Di APBN 2008, subsidi BBM ditetapkan Rp 45,8 triliun dan subsidi listrik Rp 29,7 triliun. Angka tersebut kemudian diubah di APBNP 2008, subsidi BBM naik dua kali lipat lebih menjadi Rp 126,8 triliun dan subsidi listrik menjadi Rp 60,2 triliun.

Gunanto E S