BKKBN Ingatkan Ledakan Penduduk
Topik
TEMPO Interaktif, Jakarta: Selama lima tahun terakhir angka kelahiran total di Indonesia stagnan pada 2,6. "Kondisi ini berbahaya," ujar Kepala Badan KOordinasi Keluarga Berencana Nasional Sugiri Syarief dalam temu wartawan di kantor BKKBN, hari ini. "Perlu perbaikan agar segera jadi lampu hijau."
Angka kelahiran total yang ditargetkan BKKBN adalah 2.2 (2007) dan mencapai 2.0 (2015) sesuai target Millenium Development Goals.
Sugiri menegaskan perlu ada perbaikan sistem, hingga pada 2015 nanti jumlah penduduk hanya 240 juta jiwa. Ia optimistis kondisinya akan membaik karena anggarannya sudah ditambah jadi Rp 1,3 trilyun (2008) dari Rp 1,04 trilyun (2007). "Sebenarnya kebutuhan anggarannya sebesar Rp 4 trilyun."
Program KB, kata Sugiri dapat memutus rantai kemiskinan. Oleh itu pemerintah memasukkan dalam kluster II Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri. "Ini bentuk intervensi awal supaya keluatga miskin tak bertambah," ujar Sugiri. Bagi keluarga miskin program KB berlaku gratis.
Pertengahan Juni lalu, menurut Sugiri keberhasilan KB akan mengurangi beban pemerintah dalam sektor pelayanan sosial akan berat. Dengan laju 1,3 persen maka per tahun akan ada 2.8-3 juta bayi/tahun. "Jumlah ini besar sekali jika dilihat dari sektor pendidikan dan kesejahteraan," ujar dia. Diharapkan dengan peningkatan anggaran, dalam 5-10 tahun mendatang Indonesia sudah menikmati bonus demografi.
Dianing Sari


