Topik
PLN Akui Pernah Gunakan Batu Bara di Bawah Standar
TEMPO Interaktif, Jakarta:Direktur PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) Jawa dan Bali, Murtaqi Syamsudin mengakui bahwa selama ini PLN memang pernah kurang memperhatikan kualitas batu bara yang digunakan di pembangkit listriknya.
"Memang beberapa waktu yang lalu, sekitar tiga tahun lalu, kami pernah digunakan batu bara yang di bawah standar mesin pembangkit," katanya, Jumat (11/7).
Murtaqi mencontohkan, pembangkit Suralaya membutuhkan batu bara dengan tingkat kalori 5.300 kalori per kilogram. Namun, dalam prakteknya, "Dilakukan blending, sehingga batu bara kualitasnya di bawah itu. Tujuannya untuk penghematan."
Murtaqi mengakui langkah penghematan itu berisiko pada mesin pembangkit. "Memang lebih murah, tapi berisiko dan menyebabkan mesin mudah rusak. Karena itu sejak sekitar dua bulan lalu kami telah menghentikannya dan kembali menggunakan batu bara sesuai dengan yang disyaratkan pada masing-masing mesin pembangkit," ujar Murtaqi.
Sebelumnya, Menteri BUMN Sofian Jalil mengatakan meminta PLN memperhatikan pembangkit-pembangkit yang belum beroperasi maksimal karena ada dugaan kerusakan pembangkit yang disebabkan oleh penggunaan batu bara kurang sesuai dengan standar.
Untuk itu, Sofyan telah menegaskan kepada manajemen PLN untuk melakukan tindakan displin terhadap masalah-masalah yang muncul akhir-akhir ini, termasuk persoalan kerusakan pembangkit akibat kelalaian. Agung Sedayu