Pertamina Banjarmasin Distribusikan 400 Ton Solar untuk PLTD
TEMPO Interaktif, Banjarmasin:Pertamina Banjarmasin mendistribusikan 400 ton solar kepada PT PLN Wilayah Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah untuk mengoperasikan Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) yang kehabisan BBM sejak Jumat (11/07) dini hari.
Pasokan 400 ton solar ini sekaligus menyelamatkan 33.800 pelanggan rumah tangga dari pemadaman listrik pada malam hari yang lebih panjang. Namun, untuk menghemat penggunaan BBM, PLN terpaksa memadamkan listrik pada siang hari selama tujuh hingga delapan jam.
“Siang hari listrik kita padamkan sampai pukul 17.00 WITA,” kata Pimpinan PT PLN Wilayah Kalimantan Selatan Wahidin Sitompul pada keterangan pers bersama Wakil Gubernur Kalsel H Rosehan Noor Bachri, Plt Kepala Cabang Pemasaran Pertamina Banjarmasin M Iqbal, usai rapat membahas pemadaman listrik yang semakin parah dan kelangkaan BBM di Banjarmasin, Jumat (11/07).
Menurut Wahidin, PLN terpaksa melakukan pemadaman listrik pada malam hari sejak tanggal 10 Juli di luar jadwal yang telah diumumkan kepada masyarakat dengan alasan pasokan BBM MFO di PLTD Trisaksi sejak tanggal 26 Juni sampai 11 Juli 2008 sudah tidak ada lagi, sehingga semua mesin pembangkit di PLTD Trisaksi yang semula menggunakan BBM MFO harus dioperasikan dengan menggunakan BBM HSD (solar).
Stok BBM HSD di sektor Barito pada tanggal 10 Juli pukul 09.00 WITA sebesar 525 kiloliter, sedangkan pemakaian untuk sektor Barito dan unit-unit mesin lainnya 550 kiloliter/hari. ”Dengan posisi BBM seperti ini PLTD hanya bisa beroperasi sampai Jumat dini hari (jam 04.00 WITA),” ujar Wahidin Sitompul.
Posisi stok BBM hingga tanggal 10 Juli untuk PLTD Trisakti 406 kiloliter dengan kebutuhan 250 kiloliter/hari dan PLTG Trisaksi stok solar hanya tersisa 47 kiloliter dengan kebutuhan 175 kiloliter/hari.
PLTD Barabai stok sangat kritis, hanya 8 kiloliter dengan kebutuhan 25 kiloliter/hari, PLTD Panakalaan stok solar 41 kiloliter dengan kebutuhan 30 kiloliter/hari, kemudian stok pada PLTD Mamburai 40 kiloliter dengan kebutuhan 45 kiloliter/hari, dan PLTD Kapuas (Kalimantan Tengah) stok BBM hanya tersisa 10 kiloliter, padahal kebutuhan untuk operasional PLTD 25 kiloliter/hari.
Khaidir Rahman