Topik


Perajin Masih Menantikan Subsidi Kedelai

TEMPO Interaktif, Solo:
Perajin tahu dan tempe yang tergabung dalam Primer Koperasi Perajin Tahu dan Tempe (Primkopti) masih menunggu subsidi pembelian kedelai yang dijanjikan oleh pemerintah.

Menurut Ketua Primkopti Surakarta, Suyatno, pihaknya tidak tahu pasti kapan subsidi tersebut dapat mulai dibagikan. “Kabarnya dalam bulan ini subsidi tersebut dapat dibagikan,” katanya.

Menurut Suyatno, subsidi pembelian kedelai tersebut sangat dinantikan oleh perajin tahu dan tempe. Pasalnya, harga kedelai di pasaran masih cukup tinggi, mencapai Rp 7.600 per kg. Saat ini para perajin menyiasati mahalnya harga kedelai dengan memperkecil ukuran tahu dan tempe yang mereka produksi, selain terpaksa menaikkan harga jual.

Untuk Kota Solo, pemberian subsidi dihitung berdasarkan jumlah kebutuhan kedelai dari para perajin tahu dan tempe. Rencananya, mereka akan mendapatkan subsidi untuk pembelian 480 ton per bulan selama setengah tahun. Subsidi sebesar Rp 1.000 per kilogram kedelai tersebut akan dibagi kepada 175 perajin di bawah Primkopti, dan 200 perajin yang telah terdaftar di Disperindag Kota Surakarta.

Suyatno mengatakan mekanisme pemberian subsidi adalah melalui voucher yang diterbitkan dengan nominal Rp 100.000, Rp 50.000 dan Rp 10.000. Voucher dibagikan dengan jumlah yang sesuai dengan kapasitas produksi dari masing-masing perajin. Pembelian kedelai dapat dilakukan di Primkopti atau di pedagang yang telah ditunjuk oleh Disperindag.

Sementara itu, Kepala Seksi Perindistrian Disperindag Kota Surakarta, Saptadi, juga belum mendapatkan informasi secara pasti kapan subsidi kedelai ini dapat dibagikan. “Kepastiannya masih menunggu di Disperindag Provinsi,” katanya.

Menurutnya, distribusi pembagian subsidi tersebut akan dilakukan langsung oleh Primkopti. “Dari pihak dinas hanya melakukan pengawasan,” kata Saptadi.

Ahmad Rafiq