Halte Busway Membahayakan Pengguna
Topik
TEMPO Interaktif, Jakarta:
"Hati-hati jeblos". Begitulah bunyi peringatan di depan loket busway halte Masjid Agung. Maksudnya? Tentu saja meminta pengguna halte bus Transjakarta itu berhati-hati melintasi jalan yang letaknya cuma dua meter di mulut loket.
Pengumuman itu dibuat sekadarnya. Ditulis di atas sebuah kertas dan ditempelkan di sebuah bangku plastik yang rusak. Bangku plastik itu ditempatkan di atas lempengan yang di bawahnya mudah bergeser dan rawan lepas.
Maklum, mur dan baut yang melekatkan lempengan itu sudah hilang entah ke mana. Sehingga sekali saja ada yang lalai dan menginjak lempengan di atasnya, bisa dipastikan bakal terjeblos ke dalam lubang.
"Sewaktu saya mulai bekerja di sini satu bulan lalu, kerusakan itu sudah ada," kata Aceng (25), salah satu petugas tiket di halte Masjid Agung, ketika ditemui Tempo, Minggu (13/7). Dia mengaku kerusakan tersebut sudah dilaporkan ke pengelola Transjakarta. "Tapi hingga kini belum ada tindak lanjutnya,” katanya menambahkan.
Adanya lempengan yang rawan bergeser itu diakuinya memang membahayakan. "Apalagi kalau tak hati-hati karena terburu-buru", kata Aceng. Namun, hingga kini diakuinya 'belum' ada korban yang jatuh akibat amburadulnya sarana halte Transjakarta tersebut.
Kenyataan di atas ternyata bukan monopoli halte Masjid Agung. Di Halte Bendungan Hilir pun keadaannya bak pinang dibelah dua. Bahkan boleh dibilang lebih parah.
Di halte Bendungan Hilir, di sisi Kampus Atmajaya, ada lempengan yang sudah menganga. Ketika Tempo memantau pada Minggu (13/7), lempengan itu benar-benar berlubang. Di atasnya hanya ditutupi papan berukuran 50 cm x 50 cm. Banyak pengguna halte itu yang mesti ekstra hati-hati melintas dengan cara mengambil jalan yang meminggir.
"Itu sangat membahayakan", kata Ani (25), seorang pengguna busway ketika temui Tempo. Ani, seorang karyawati yang bekerja di kawasan Bendungan Hilir, mengatakan keadaan itu telah berlangsung lama. Dia tidak tahu persisnya sejak kapan. Tapi yang jelas sudah lebih dari tiga bulan.
Bahaya yang mengancam dari lubang di halte Bendungan Hilir itu bertambah karena posisinya berada sekitar tiga meter di atas permukaan tanah. "Keadaan itu sudah banyak yang melaporkan," kata seorang petugas tiket di halte tersebut. Namun, hingga kini diakuinya belum ada perbaikan yang dilakukan pengelola halte busway. "Dulu pernah datang, tapi hanya meninjau."
Dari pantauan Tempo, keadaan ini bisa tambah parah. Sebab, banyak mur dan baut yang telah lepas di lempengan-lempengan lain. Tidak heran bila kita akan sering mendengar bunyi "brak...brak...brak..." takala pengguna melangkahkan kakinya.
Manajer Sarana dan Prasarana Busway Transjakarta, Taufik, tidak mengangkat teleponnya ketika Tempo berkali-kali hendak mengkonfirmasi masalah ini. Pengguna busway tampaknya memang harus ekstra hati-hati lebih lama lagi bila tidak ingin menjadi korban dan kejeblos ke lubang-lubang berbahaya itu. Amirullah
Komentar (1)
Berita Terkait
Top Stories
Foto Terbaru
Editor's Choice
- Angelina Jolie Tanpa Bra Versi Pelukis Swedia
- Duel Kunci Borussia Dortmund Vs Bayern Muenchen
- Petro China Tegaskan Sumur Migasnya Kantongi Izin
- FOTO: Ditabrak Burung, Pesawat Mendarat Darurat
- Pertumbuhan Sel Otak Hapus Memori Masa Batita
- Dortmund Vs Bayern: Final Komplet Buat Klopp
- Ahok: KJS Baru Jalan Sudah 'Diributin'
Berita Utama Metro
- Dua Kelompok Napi Salemba Bentrok
- Akan Diinterpelasi Soal KJS, Jokowi: Siap Grak!
- Lulus 100 Persen, Siswa SMAN 8 Ingin Traktir Guru
- Jokowi: Pejabat Dilarang Menerima dan Menjanjikan
- Jokowi: Rumah Dinas Lurah dan Camat Akan Dicabut
- Jakarta Bakal Punya Pedestrian Melayang
- Istri Perwira Polisi Dirampok di Tol Jagorawi













