300 Juta Dolar Devisa Dari Kakao Hilang


TEMPO Interaktif, Makassar:Akibat penurunan produksi kakao sejak tiga tahun terakhir, Indonesia kehilangan devisa sebesar USD 300 Juta. "Produksi menurun akibat serangan hama Vascular Streak Dieback (VSD)," kata Ketua Asosiasi Kakao Indonesia (Askindo), Halim Razak di sela-sela pertemuan Cocoa Association of Asia (CAA) di Hotel Imperial Aryaduta, Makassar, Selasa.

Ia menjelaskan, pada 2006 produksi kakao Indonesia sebesar 590 ribu ton, dan 530 ribu ton pada 200. Pada tahun ini jumlahnya diperkirakan tak akan sampai 500 ribu ton. "70 persen dari total produksi kakao nasional dipasok dari Sulawesi atau sekitar 350 ribu ton," ujarnya.

Selain VSD, Halim melanjutkan, hama lain yang ikut menyerang kakao adalah Penggerek Buah Kakao (PBK). Hama jenis ini telah ditemukan paket teknologi untuk menanggulanginya dengan P3S yakni pemangkasan, pemupukan, panen sering sekali seminggu dan sanitasi.

Namun untuk VSD hingga sekarang belum ditemukan teknologi untuk menanggulanginya. Hama ini muncul diduga akibat pola cuaca yang tidak teratur sehingga jamur berkembang cepat. "Sedikitnya 40 persen tanaman kakao di Indonesia telah terserang VSD," kata Halim. Irmawati

Komentar (0)


Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi tempo.co. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan
Copyright © 2011
TEMPO
.CO
Wajib Baca!
X