Dukun Terpidana Mati, Ajukan 6 Permintaan


TEMPO Interaktif, Jakarta:Terpidana mati Tubagus Yusuf Moelyana alias Usep, 40 tahun, mengajukan enam permintaan sebelum menjajalani eksekusi. Salah satunya, dia meminta agar bisa berkumpul seminggu dengan keluarga.

Usep divonis mati setelah dalam persidangan terbukti merencanakan pembunuhan terhadap 8 orang pasiennya. Usep dikenal sebagai dukun yang bisa menggandakan uang. Kejahatannya dibongkar polisi Juli tahun lalu.

Keenam permintaan itu ditulis Usep dalam secarik kertas yang diberikan kepada petugas rumah tahanan. Selain meminta berkumpul dengan keluarga, dia juga meminta bertemu dengan pembimbing rohani. Kemudian dia meminta tidak diperlakukan sebagai narapidana agar anak-anak dan keluarganya tidak bersedih.

Pada poin yang keempat, Usep berwasiat agar dikubur di samping kuburan bapaknya di Kampung Kadangean, Desa Kujangsari Kecamatan Cileles. “Sebelum diekskusi ijinkan saya sholat sunnah terlebih dulu,” kata Usep yang ditulis dengan tinta hitam.

Dua permintaan terakhir, dia ingin ibu kandung hadir saat eksekusi dan meminta biaya pemakaman ditangung negara. (Ayu Cipta)

Komentar (0)


Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi tempo.co. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan
Copyright © 2011
TEMPO
.CO
Wajib Baca!
X