Saham Herald Terlalu Mahal
Topik
TEMPO Interaktif, Jakarta: Analis PT BNI Securities Muhammad Alfatih menilai Bumi Resources perlu menghitung ulang nilai penawaran yang diajukan untuk menguasai perusahaan tambang asal Australia, Herald Resources sebesar Aus$ 2,85 per lembar saham.
"Harga yang diajukan itu sudah bukan harga discount,jadi untuk jangka panjang harus dihitung ulang," kata Alfatih dalam pesan pendek kepada Tempo hari ini.
Seperti diberitakan, PT Aneka Tambang Tbk (Antam) bersama Zhongjin Lingnan NOnfemet Co Ltd akhirnya menyerah dalam upaya merebut saham Herald Resources melawan Bumi Resources.
Tango menyerah dengan harga penawaran akhir sebesar Aus$ 2,8 per lembar. Tawaran itu lebih rendah ketimbang harga yang diajukan Calipso Investment Pte Ltd sebesar Aus$ 2,85 per saham. Calipso adalah kendaraan usaha Bumi Resources.
Herald Resources adalah perusahaan tambang asal Australia yang berdiri sejak 1948. Salah satu proyek andalan Herald yang diperebutkan adalah proyek Dairi di Sumatera Utara, yang memiliki kandungan timah dan seng. Dari hasil eksplorasi Herald, tambang itu memiliki cadangan mineral sebesar 5,6 juta ton.
Seng merupakan bahan baku logam yang tahan terhadap korosi dan banyak digunakan untuk konstruksi perumahan, kendaraan, perkapalan, serta berbagai jenis produk baja. Adapun timah banyak digunakan sebagai bahan baku untuk baterai, produk kimia, dan kaca kristal.
Selain menghentikan penawaran, Tango menerima dan menghargai pengambilalihan sahamnya di Herald yang berjumlah 38.257.618 lembar (19,35 persen) oleh Calipso.
Menurut Alfatih, dalam jangka pendek Bumi diuntungkan dengan mendapat Herald. Sebab, bisa menggerakkan sentimen pasar dan menaikkan harga saham Bumi. Namun, untuk jangka panjang Bumi dinilai perlu menghitung ulang investasinya di Herald.
Eko Nopiansyah
Komentar (0)
Berita Terkait
Top Stories
Foto Terbaru
Editor's Choice
Berita Utama Bisnis
- Gerindra Tak Bangga Ekonomi Tumbuh 6,2 Persen
- Krakatau Steel Pastikan Proyek Posco Tetap Lancar
- Dahlan Minta Konsep Jalan Layang Tol Dimatangkan
- KRL Mania: Tarif Progresif Untungkan Konsumen
- Dahlan: Lima Holding Saja Sudah Alhamdulilah
- Sri Mulyani Masuk 100 Wanita Berpengaruh Forbes
- DPR Minta Konstruksi Terowongan Freeport Diaudit













