Ekspor Mebel Januari-Juni Naik

TEMPO Interaktif, Jakarta:Ekspor mebel selama Januari-Juni 2008 naik sebesar 9,78 persen dibandingkan periode sama tahun lalu dari US$ 346,8 juta menjadi US$ 380,7 juta. Menurut Ketua Asosiasi Mabel Indonesia Ambar Tjahyono, total nilai ekspor pada tahun ini deperkirakan US$ 2,6 miliar. "Terdiri dari mebel sekitar US$ 2 miliar dan US$ 600 juta untuk kerajinan," ujarnya kemarin.

Dia memperkirakan, pada 2009 ekspor mebel diperkirakan naik 10 persen atau US$ 2,2 miliar. Untuk mendukung kenaikan ekspor tersebut, kata Ambar, pemerintah diminta memberikan dukungan kepada pasokan bahan bau. Selama ini para pengrajin kesulitan bahan baku, khususnya rotan. "Kualitas baik yang dibutuhkan pengusaha sulit dicari," katanya.

Menteri Perindustrian Fahmi Idris mengatakan, langkanya bahan baku rotan disebabkan kurangnya pembinaan terhadap petani rotan di luar Pulau Jawa. Selama ini, usaha rotan hanya dikelola di Jawa. Sedangkan sumber rotan berada di luar Jawa. "Akibatnya daerah penghasil rotan tidak mendapat perhatian dan petani menjual secara ilegal," katanya.

CORNILA DESYANA