Topik
Petro Cari Rp 3 Triliun buat Proyek Gas
TEMPO Interaktif, Jakarta: Perusahaan minyak dan gas bumi PT Prime Petroservices Tbk mengandalkan penjualan saham perdana dan pinjaman bank sebagai modal memasok gas alam cair bagi pembangkit listrik PT Indonesia Power di Bali. Di proyek bernilai total Rp 10 triliun ini, Petroservices harus menyediakan dana investasi Rp 3 triliun.
"Anggaran dari bank kami perkirakan dapat menutup sekitar 60-70 persen biaya investasi ini," kata Direktur Keuangan Petroservices Didit A. Ratam dalam paparan publik hari ini. Saat ini, ia menambahkan, sudah ada empat buah bank asing yang berminat memberi pinjaman.
Dua di antara empat bank itu adalah bank lokal, sedangkan dua lainnya bank asing. Namun ia menolak menyebutkan nama-nama bank tersebut. Dia hanya berujar, pembicaraan dengan para calon kreditur dimulai kuartal pertama tahun ini dan masih berlanjut.
Akan halnya penjualan saham, kata Didit, akan dilakukan 26 Agustus. Saat itu tiba, Petroservices berencana melepas 30 persen sahamnya atau setara dengan 1,782 miliar lembar ke publik. Dengan kisaran harga yang ditawarkan Rp 180-Rp 220 per lembar, perusahaan mentargetkan perolehan dana Rp 320,76 miliar - Rp 392,4 miliar.
"Sekitar 90 persen uangnya dipakai untuk investasi dan sisanya untuk modal kerja," kata Presiden Direktur Petroservices Faiz Shahab di acara yang sama.
Berbicara lagi, Didit memperkirakan uang dari penjualan saham dan pinjaman bank itu akan mampu menutupi biaya investasi sebesar Rp 3 triliun. Ia mengamati minat perbankan dan investor lain sangat tinggi untuk membiayai proyek ini.
Bisnis ini, kata dia, menarik karena menggunakan gas sebagai pengganti solar bisa mendatangkan penghematan yang besar. Akan tetapi, ia tidak menutup kemungkinan perusahaan akan memakai instrumen keuangan lain bila ternyata penjualam saham dan pinjaman bank tidak cukup.
ARTI EKAWATI