Warga Protes Pemotongan BLT di Jepara

TEMPO Interaktif, Jepara:Warga Desa Kedungmalang, Kecamatan Kedung, Kabupaten Jepara, protes karena bantuan langsung tunai (BLT) yang mereka terima dipotong Rp 100 ribu oleh Ketua RT setempat.

Dari potongan 61 kepala keluarga penerima bantuan BLT, terkumpul dana sebesar Rp 6.100.000. Cara memotongnya dilakukan setelah para warga penerima BLT keluar dari Kantor Pos Cabang Kedung.

"Setiap kali kami menerima BLT, Pak RT selalu memotongnya," ucap Sukirman, warga setempat. Besarnya uang BLT yang diterima warga miskin Rp 300 ribu, sebagai pembayaran Juni-Agustus. Pada penerimaan sebelumnya, pemotongannya lebih besar, yakni Rp 150 ribu.

Pemkab Jepara yang menerima laporan itu segera turun tangan. Setelah dilakukan penelusuran, Masrikun, Ketua RT 4 RW 3 Desa Kedungmalang, mengaku pemotongan itu telah mendapatkan persetujuan Kepala Desa Agus Mugiono.

Menurut juru bicara Pemkab Jepara Hadipriyanto, Masrikun mengakui uang potongan itu digunakan untuk biaya transportasi dan konsumsi karena jarak Desa Kedungmalang ke Kantor Pos Kedung berjarak 5 km.

Apa pun alasannya, Pemerintah Kabupaten Jepara tidak bisa mentolerir kebijakan itu. Akhirnya berkat tekanan pihak Pemkab Jepara, uang kutipan Rp 6,1 juta dikembalikan kepada penerima BLT. "Tadi sudah kami cek ke lapangan," ucap Hadipriyanto.

"Uang itu sudah kami kembalikan semuanya ke warga," ujar Agus Mugiono, Kepala Desa Kedungmalang.

Di Desa Kedungmalang baru 528 dari 1.200 kepala keluarga miskin yang menerima BLT. Secara keseluruhan di Kecamatan Kedung terdapat 8.172 KK miskin yang terima BLT. Dari jumlah itu, ada 18 keluarga di Desa Rau dengan ikhlas telah mengembalikan dana BLT karena mereka tergolong mampu.

Pemberian BLT di Jepara terakhir di Desa Kedungmalang, dilakukan di Balai Desa dengan disaksikan pejabat kabupaten Jepara.

BANDELAN