Listrik Industri Mengikuti Harga Bahan Bakar
Topik
TEMPO Interaktif, Jakarta:PT PLN (Persero) menjanjikan kepada industri tarif baru akan mengikuti pergerakan harga bahan bakar minyak dan batu bara. Jika harga bahan bakar turun, manajemen perusahaan listrik milik pemerintah itu menyatakan bersedia menegosiasikan tarif. "Tarif industri menggunakan acuan bahan bakar dan batu bara," ujar Komisaris Utama PLN Al Hilal Hamdi, Senin (21//7).
Dia mengatakan, PLN berusaha tarif listrik industri mendekati biaya produksi sebesar Rp 1.330 per kilowatt per jam. Saat ini PLN membebankan tarif listrik industri rata-rata Rp 630 per kilowatt per jam. Pelanggan industri yang bakal dikenaikan kenaikan taruf adalah pelanggan industri I-3, I-4 dan bisnis B-3. "Konsumsi mereka kurang dari 30 persen dari total listrik," ujarnya.
Menurut Hilal, kenaikan tarif listrik ini proses negosiasi antar bisnis yang tak memerlukan persetujuan pemerintah maupun parlemen. Kenaikan tarif, kata dia, tak bisa dihindari karena tingginya biaya bahan bakar.
Kalangan pengusaha menolak rencana kenaika tarif industri. Menurut Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia Sofjan Wanandi, seharusnya pemerintah fokus pada pengalihan jam kerja ke Sabtu-Minggu dan bukan membahas kenaikan tarif listrik. "Sekarang ini keadaan serba sulit, dan pemerintah baru saja menggulirkan kewajiban pergeseran jam kerja," ujarnya. 150 anggota asosiasi menyatakn menolak rencana PLN tersebut.
Sekretaris Advokasi Konsumen Listrik Indonesia Yunan Lubis menyatakan, tarif listrik ditentukan pemerintah dan bukan korporat. "Itu sesuai Undang-Undang No. 15 Tahun 1985 dan Peraturan Pemerintah No. 3 Tahun 2005, disebutkan tarif listrik merupakan kewenangan pemerintah," ujarnya.
Dia menjelaskan, sesuai Peraturan Pemerintah harga jual tenaga listrik untuk konsumen yang disediakan oleh Pemegang Kuasa Usaha Ketenagalistrikan ditetapkan Presiden atas usul Menteri. Penetapan tarif listrik di luar ketentuan, kata Yunan, melanggar undang-undang. "Industri bisa menggugat PLN dan pasti menang di pengadilan," katanya.
ALI NUR YASIN | YULIAWATI
Komentar (0)
Berita Terkait
Foto Terbaru
Top Stories
Editor's Choice
- Platini: Israel Juga Berhak Main Bola
- Seorang Pelajar di Bima Todong Polisi dengan Pistol
- Ini Cara Rumah Sakit Bisa Ambil Untung dari KJS
- Ini Penyebab Rumah Sakit Swasta Ributkan Soal KJS
- Polisi Pelototi Pelat Nomor Kendaraan Pembeli BBM
- Harga BBM Naik, Sorgum Alternatifnya
- KRL Ekonomi Dapat Subsidi Terbanyak
Berita Utama Bisnis
- Bisnis MLM QNet Diduga Tipu Rp 1,6 Miliar
- Rapat Paripurna APBN Perubahan Diwarnai Interupsi
- Pekan Depan, Harga BBM Pasti Naik
- Golkar: Jika BBM Naik, Papua Akan Mendapat Berkah
- Soal Kondom Meoong, Ini Kata Ketua Forum Pemred
- Cuaca Buruk, Bandara Adisucipto Ditutup
- Mark Zuckerberg Dicecar Pemilik Saham Facebook


