Mittal Bangun Pabrik Baja Hulu-Hilir
TEMPO Interaktif, Jakarta:Perusahaan baja dunia, ArcellorMittal menjajaki pengembangan pabrik baja terintegrasi di Jawa. Langkah ini ditempuh ArcelorMittal setelah kandas mengambilalih saham PT Krakatau Steel (Persero). "Mittal jadi membangun pabrik sendiri dan tidak ada kaitannya dengan penjualan saham Krakatau," ujar Direktur Jenderal Industri Logam, Mesin, Tekstil dan Aneka Ansari Bukhari, Selasa (22/7).
Pabrik baja yang akan dibangun Mittal, kata Ansari, terintegrasi mulai pengolahan bijih besi (iron making) di hulu hingga pembuatan baja (steel making) di hilir. "Mittal tak akan bekerja setengah-setengah," katanya.
Rencana Mittal tersebut diungkapkan perwakilannya setelah bertemu dengan pejabat Departemen Perindustrian. Pertemuan difasilitasi oleh Maxi Gunawan, Ketua Komite Kamar Dagang dan Industri Indonesia untuk Inggris.
Ansari mengatakan, total investasi yang bakal dikeluarkan Mittal minimal US$ 500 juta untuk pabrik dengan kapasitas satu juta ton. Dia menambahkan, kapasitas pabrik baja dalam negeri masih kekurangan sekitar dua juta ton. "Indonesia masih butuh investasi US$ 1 miliar untuk menutupi defisit baja," ujarnya.
YULIAWATI