Topik
Ryan Membunuh untuk "Amankan" Perampokannya
TEMPO Interaktif, Jakarta:Verry Idham Henyaksyah alias Ryan, tersangka kasus mutilasi dan pembunuhan 5 pria, mengaku membunuh demi alasan keamanan dirinya setelah ia menguras harta si korban.
Pria gay itu kerap memberi keterangan berbelit-belit selama diperiksa polisi.
Seorang penyidik dari Satuan Kejahatan dengan Kekerasan Kepolisian Daerah Metro Jakarta mengungkapkan, dalam kasus mutilasi Heri Santoso, Ryan mengakui ada niat untuk memiliki harta milik insinyur itu. Hal itu terbukti dengan diambilnya empat kartu kredit, telepon, laptop serta kendaraan milik Heri.
"Alasan bahwa ia membunuh karena cemburu pacarnya ditaksir Heri menjadi pemicu kedua setelah niatannya untuk mengambil barang Heri," ujar si penyidik yang tak mau disebut namanya.
Pembunuhan karena alasan perampokan lebih kentara pada korban-korban Ryan di Jawa Timur.
Heri membunuh 4 lelaki di rumahnya, di Jombang Jawa Timur, karena merasa terancam aksi perampokannya di ketahui orang lain. Tercatat barang-barang yang di gondol Ryan di Jawa Timur antara lain telepon genggam serta kartu kredit.
"Si korban itu ada yang melawan atau berteriak sehingga Ryan membunuhnya," si penyidik menambahkan.
Ketika ditanya kemungkinan motif Ryan membunuh "karena kesenangan", si penyidik meragukan hal itu. "Belum ada pemeriksaan jiwanya. Yang jelas latar belakang pendidikan dan lingkungannya baik-baik saja," kata dia.
Namun demikian, polisi menduga pergaulan Ryan dengan kalangan pecinta sesama jenis menjadi pemicu perubahan jiwanya, salah satunya membuat ia nekat merampas harta orang lain. Pasalnya, kondisi ekonomi tak mendukung pergaulan sosial Ryan.
"Kemauannya banyak. Entah ingin jadi artis, punya barang mewah dan pesta. Itu yang menjadi pemicu kenekatannya," tutur si penyidik. Fery Firmansyah