Perusahaan Keruk Targetkan 38 Armada Beroperasi 2009

TEMPO Interaktif, Jakarta:Perusahaan Umum (Perum) Pengerukan Indonesia (Rukindo) mentargetkan total 38 kapal keruk (dregger) miliknya dapat beroperasi optimal mulai tahun depan. Saat ini tinggal dua kapal kecil dan delapan kapal besar yang masih dalam perbaikan.

Direktur Utama Rukindo Sughondo menjelaskan, dua kapal keruk kecil yang masih rusak masing-masing berkapasitas 1000 meter kubik. Adapun kapal besar berkapasitas 4000 meter kubik diperbaiki di luar negeri. "Kamia carterkan ke asing agar sekalian diperbaiki penyewa," katanya di Jakarta, Rabu (23/7).

Perbaikan kapal besar butuh biaya sekitar Rp 70 miliar per unit. Jika diperbaiki sendiri, kata Sughondo, dana tidak mencukupi. Kapal-kapal itu sekarang disewakan ke India (6 unit), Taiwan dan Cina masing-masing 1 unit.
"Menyewakan tidak menyalahi aturan," ujarnya. "Mereka sedang butuh karena industri reklamasi dan pengerukan sedang booming."

Pada 2007, jelas Sugondho, sebagian besar kapal-kapal keruk Rukindo tidak dapat beroperasi. "80 persen tiarap," katanya. Rukindo pun meminjam dana Rp 80 miliar dari PT Pelabuhan Indonesia untuk perbaikan kapal.

Saat ini Rukindo sedang menggarap pengerukan alur pelayaran di Pelabuhan Tanjung Priok Jakarta dan Tanjung Perak Surabaya. Akhir September mendatang, akan dilakukan lagi proyek pengerukan alur pelayaran di Pelabuhan Belawan Medan. Harun Mahbub