Jamaah Haji Beresiko Tinggi Alami Gangguan Kesehatan Dapat Kartu Kendali
Topik
TEMPO Interaktif, Jakarta:
Jamaah Haji yang beresiko tinggi mengalami gangguan kesehatan akan mendapatkan kartu kendali kesehatan. "Agar ketika di tanah suci mudah dipantau," ujar Sekretaris Jenderal Departemen Kesehatan, Sjafii Ahmad, ketika dijumpai Tempo Kamis (24/7) di Departemen Kesehatan Kuningan Jakarta
Kartu yang dikeluarkan dari Departemen ini diberikan sebelum jamaah berangkat ke Makkah dan Madinah. Selain kartu kendali, departemen kesehatan juga membuka kesempatan untuk vaksinasi maningitis hingga dua minggu sebelum keberangkatan. "Lebih cepat akan lebih bagus," kata Sjafii Ahmad.
Pelayanan kesehatan tahun ini, departemen kesehatan menganggarkan Rp 128 miliar termasuk tenaga kesehatan. Proporsi tenaga kesehatan yang dikirimkan mayoritas yang ahli di bidang kegawatdaruratan. "Ini kebijakan baru tahun ini," tambah Sjafii.
Seluruh petugas kesehatan, lanjut Sjafii sudah siap dan hanya tinggal diberangkatkan saja termasuk obat dan alat kesehatan. Untuk embarkasi Pondek Gede Jakarta, pelatihan petugas kesehatan dimulai 28 Juli mendatang.
Mengenai sisa pembayaran petugas haji tahun kemarin, Sjafii mengungkapkan sudah dilunasi semua sebesar Rp 8 milyar. "Mereka kan bekerja pada pertengahan januari 1008 jadi baru bisa dibayar sekarang," tutupnya
Dianing Sari
Komentar (0)
Berita Terkait
Top Stories
Foto Terbaru
Editor's Choice
- Lepas Empat Istrinya, Eyang Subur Tak Perlu Cerai
- Muslim Myanmar Hanya Boleh Punya 2 Anak
- Djokovic Bisa Jegal Nadal di Semifinal
- Saksi Penyerangan Cebongan Tak Mau Beri Keterangan
- MI5 Dituding Coba Rekrut Tersangka Kasus Woolwich
- Bupati Aceh Utara Dianggap Berpikiran Sempit
- FOTO: Pamer Aksi Bintang Dunia di Singapura
Berita Utama Nasional
- Busyro: KPK Bisa Segera Tahan Andi Mallarangeng
- Begini Sukotjo Antar Duit Rp 2 Miliar ke Djoko
- Ahmad Rozi Akui Diminta Luthfi Siapkan Data Daging
- Eksekusi Supersemar, Kejaksaan Cari Berkas Putusan
- Revitalisasi Situs Soekarno Rp 44,5 Miliar
- Pemilik Akun @benhan Jadi Tersangka
- Saat Kelulusan, Darin Mumtazah Tak Ada di Sekolah













