Topik


Kesenjangan Pajak Masih Besar

TEMPO Interaktif, Jakarta:
Direktur Jenderal Pajak Departemen Keuangan, Darmin Nasution, mengatakan penerimaan pajak di Indonesia seharusnya bisa lebih besar dari realisasi maupun target pajak. Ini menunjukkan gap atau kesenjangan antara penerimaan pajak dan potensi pajak yang belum diterima masih besar.

Kesenjangan itu dapat diketahui dengan membandingkan antara tax ratio Indonesia saat ini sekitar 13,5 persen dan negara-negara yang perekonomiannya setara Indonesia sekitar 19-20 persen. "Kelihatan kesenjangan penerimaan pajak kita masih besar," kata Darmin di Jakarta, Jum'at (25/7).

Namun Darmin mengingatkan kesenjangan itu belum tentu karena pengusaha tidak menyetor semua kewajiban pajaknya. Hal ini bisa terjadi karena pengusaha juga didebani pungutan liar atau diminta untuk menyogok. "Ini yang mengurangi pembayaran pajak," kata dia.

Karena itu upaya untuk meningkatkan penerimaan pajak juga harus diikuti dengan menghilangkan budaya korupsi meski budaya ini sudah mengakar. Pembenahan ini harus dilakukan secara bertahap, kongkrit, dan harus diikuti perbaikan di subsistem lain, seperti penegakan hukum.

Gunanto E. S