Topik
LIPI Luncurkan Jenis Tanaman Pangan Andalan
TEMPO Interaktif, Jakarta:Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia akan mengumumkan varietas padi dan kedelai andalan. Hasil penelitian ini untuk mengantisipasi perubahan iklim global yang berdampak pada krisis pangan.
"Kami akan meluncurkan dua temuan unggulan kami di bidang pangan awal bulan depan," kata Ketua LIPI Umar Anggara Jenie usai bertemu Wakil Presiden Jusuf Kalla di Kantor Wakil Presiden, Selasa (29/7).
Perubahan iklim berdampak pada perubahan jadwal tanam komoditas pertanian. Perubahan itu ikut mengubah musim yang ada di Indonesia. LIPI, dia melanjutkan menghasilkan padi yang tahan kekeringan sekaligus tahan hama. Penelitian tanaman padi itu merupakan hasil kerjasama dengan Departemen Pertanian. "Kami sedang meneliti padi tahan banjir. Itu juga untuk menghadapi perubahan iklim yang tidak ramah," ujarnya.
Selain itu, LIPI menghasilkan kedelasi plus yang mampu menghasilkan produk hingga 3,7 ton/hektar. Dalam risetnya, LIPI menambahkan unsur Nitrogen pada tanaman kedelai. Sehingga, kedelai yang dihasilkan lebih besar dan lebih banyak dibanding kedelai lokal pada umumnya.
Rencananya, peluncuran hasil temuan itu dilakukan pada perayaan ulang tahun LIPI ke-41 di Hotel Sahid Jakarta 4 hingga 6 Agustus mendatang. Dalam perayaan ulang tahun itu, LIPI akan memamerkan 100 temuannya.
LIPI. dia melanjutkan, juga telah membiakkan Lembu Bule Toraja di luar Sulawesi. Teknologi yang diterapkan adalah inseminasi buatan. Di bidang energi, katanya, LIPI menemukan alat penghemat energi yang telah diekspor ke mancanegara. Energi yang bisa dihemat dengan temuan itu adalah 25 persen.
Wakil Presiden Jusuf Kalla, kata Umar, meminta hasil penelitian LIPI dapat diterapkan dan digunakan masyarakat. Wakil Ketua LIPI Lukman Hakim mengatakan Kalla juga meminta hasil temuan LIPI dapat dimanfaatkan dunia industri. Rencananya, LIPI mengundang pemerintah dan dunia industri dalam peluncuran temuannya. "Kami berpendapat tanggung jawab LIPI hanya inovasi. Pemerintahlah yang berwenang
membawanya ke masyarakat," ujarnya.
KURNIASIH BUDI