Daya Tahan Indeks Indonesia Akan Diuji

TEMPO Interaktif, Jakarta:Daya tahan indeks saham Bursa Efek Indonesia dalam perdagangan saham hari ini (Selasa, 29/7) akan diuji setelah indeks saham di Wall Street berjatuhan Senin (28/7) atau Selasa pagi ini waktu Jakarta.

Indeks Dow Jones anjlok 239,61 poin (2,11 persen) menjadi 11.131,08. Indeks Nasdaq melorot 46,31 poin menjadi 2.264,22. Indeks Standard & Poor's 500 jatuh 23,39 poin menjadi 1.234,37.

Tapi, indeks saham BEI tetap berpeluang naik setelah kemarin menguat 30,332 poin menjadi 2.275,676. Penguatan indeks saham Jakarta ini akan bergantung pada saham-saham saham-saham pertambangan dan komoditas perkebunan lainnya, seperti kelapa sawit.

Para pelaku pasar memprediksi saham batu bara masih akan menjadi penopang utama pergerakan indeks hari ini. saham-saham unggulan seperti Telkom (TLKM), Gudang Garam (GGRM), Indosat (ISAT), United Tractors (UNTR), dan Astra Agro Lestari (AALI) juga bisa menjadi motor utama perdagangan saham di Bursa Indonesia.