Indocement Tambah Penggiling Semen


TEMPO Interaktif, Jakarta: Produsen semen PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk akan membangun mesin penggiling semen di beberapa pabrik untuk menambah kapasitas produksi.

Satu penggiling untuk pabrik di Cirebon diperkirakan mulai beroperasi semester kedua 2009. Mesin ini akan menambah kapasitas produksi semen sebesar 1,2 juta ton.

Direktur Utama Indocement Daniel Lavalle mengatakan saat ini perusahaannya juga sedang membangun dua sampai tiga penggiling baru. Upaya ini, kata dia, untuk memenuhi kebutuhan semen dalam negeri yang terus meningkat. Indikasinya, penjualan Indocement semester pertama 2008 yang mencapai 6,3 juta ton.

“Penjualan kami naik 30 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu 4,8 juta ton," kata Daniel dalam laporan kinerja keuangan Indocement hari ini.

Selain membangun penggilingan semen, Indocement juga memodifikasi beberapa kiln (pencampur semen) dan membeli kiln baru berkapasitas 10 ribu ton per hari. "Dengan kondisi seperti ini, dalam tiga sampai empat tahun mendatang target kapasitas produksi kami sebesar 21-22 juta ton," kata dia.

Daniel membenarkan memodifikasi kiln dan menambah penggiling lebih murah daripada membeli kiln baru. Pembangunan penggiling dan modifikasi kiln, ujarnya, hanya butuh investasi US$ 40-50 per ton. Sedangkan kalau membeli kiln baru butuh uang US$ 160-200 ton.

Terkait dengan peningkatan harga energi seperti batu bara dan listrik, Direktur Keuangan Indocement, Christian Kartawijaya, mengatakan Indocement secara bertahap akan menaikkan harga jual semennya.

"Berapa besarannya kenaikannya, akan kami lihat dari kemampuan pasar menyerap," kata Christian. Ia menjelaskan, penjualan semen terbesar terdapat di luar Pulau Jawa dengan pertumbuhan sebesar 26 persen. Sedangkan penjualan di Jawa hanya tumbuh 17 persen.

ARTI EKAWATI

Komentar (0)


Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi tempo.co. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan
Copyright © 2011
TEMPO
.CO
Wajib Baca!
X