Tol Jakarta-Cibitung Dioperasikan Terbuka
TEMPO Interaktif, BANDUNG:PT Jasa Marga Tbk. akan mengoperasikan sistem terbuka pada jalan tol Jakarta-Cibitung. Penerapan sistem ini dilakukan setelah perusahaan pelat merah itu selesai memindahkan gerbang tol Pondok Gede Timur ke Cibitung.
Direktur Operasi Jasa Marga Adityawarman mengatakan pemindahan ini ditargetkan selesai Januari 2009. "Kami belum hitung tarif sistem terbuka, nanti akan dibahas dengan Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT)," kata Adityawarman media gathering di kantor Cabang Purbaleunyi, Jumat (1/8).
Dengan sistem ini, dia melanjutkan, pengguna jalan tol hanya perlu membayar sekali dengan tarif yang sama untuk jarak terdekat dan terjauh. Jasa Marga telah menerapkan sistem serupa di tol dalam kota Jakarta dan Jakarta Outer Ring Road.
Adityawarman mengakui sistem ini merugikan konsumen jarak dekat karena harus membayar dengan harga yang tinggi. Namun mendesak dilakukan karena tingginya lalu lintas komuter di antara gerbang Pondok Gede Timur-Cibitung menyebabkan panjangnya antrian di pintu keluar. Pemindahan ini, tuturnya, telah memprediksi lalu lintas hingga 10 tahun mendatang.
Meski begitu, dia pesimistis bisa memenuhi target penyelesaian karena pemindahan ini terkendala pembebasan tanah seluas 12 hektare. Pasalnya masyarakat meminta nilai ganti rugi lebih tinggi dari nilai jual objek pajak. "Nilai jual hanya Rp 125 ribu, masyarakat minta lebih dari Rp 600 ribu per meter persegi," ucap Adityawarman.
Karena itu Adityawarman menolak untuk menyebutkan harga tanah yang telah dinilai oleh tim apraisal independen yang ditunjuk Badan Pertanahan Nasional.
Adityawarman mengatakan Jasa Marga membangun 39 gardu di gerbang tol Cibitung kilometer 29+200. Sebanyak 12 gardu akan melayani lalu lintas dari Jakarta menuju Cibitung, sisanya untuk lalu lintas sebaliknya. "Investasi pembangunan Rp 102 miliar," kata dia.
Secara terpisah, Kepala Cabang Jakarta-Cikampek Robert Sitorus menjelaskan tak lama setelah rencana pemindahan gerbang tol ke Cibitung diketahui, spekulan memborong tanah di lokasi proyek. Akibatnya harga tanah melambung tinggi. "Jika sulit (pembebasan tanah), kami hanya akan bebaskan 6 hektare saja," ucapnya.
Selain Jakarta-Cibitung, Jasa Marga juga akan mengubah sistem pembayaran menjadi terbuka di gerbang tol Taman Mini. Saat ini sistem terbuka diterapkan pada lalu lintas ke Cibubur, sedangkan sebaliknya tertutup.
Pemindahan gerbang juga akan dilakukan di tol Jagorawi. Tapi dia menolak membeberkan lokasi pemindahan agar harga tanah tak melonjak. Setelah pemindahan selesai, Jagorawi akan menerapkan sistem Gerbang Tanpa Orang (GTO) seperti tol Pasteur. "Cikampek juga akan diterapkan sistem serupa sebanyak 34-40 gardu," kata dia.
Rieka Rahadiana
Komentar (0)
Berita Terkait
Top Stories
Foto Terbaru
Editor's Choice
Berita Utama Bisnis
- Dua Jurus Chatib Basri Meredam Inflasi
- Hari Ini, Chatib Basri Bahas APBN Perubahan 2013
- Freeport Berhenti, Negara Rugi US$ 1,82 Juta/Hari
- ESDM: Seluruh Korban Longsor Freeport Ditemukan
- Harga BBM Naik, Pemerintah Bikin Tim Sosialisasi
- Soal Longsor, Jero Wacik Panggil Bos Freeport
- Uni Eropa Kucurkan Rp 3,77 Triliun untuk Indonesia














