Demo di KPU Kalimantan Timur Ricuh

TEMPO Interaktif, Samarinda:Ratusan orang berunjuk rasa di Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kalimantan Timur bentrok dengan polisi hari ini. Seorang pengunjuk rasa mengalami luka di bagian kepala dan dilarikan ke Rumah Sakit Bhakti Nugraha Samarinda.

Kericuhan terjadi karena salah seorang pengunjuk rasa melempar benda ke petugas yang hendak memadamkan api. Mengetahui orang yang melempar, polisi langsung mengejarnya hingga tertangkap sekitar 200 meter dari Kantor KPU.

"Anggota tak ada yang memukul, saat dorong-dorongan dia (korban) terjatuh dan kepalanya membentur trotoar," kata Wakil Kepala Poltabes Samarinda, Ajun Komisaris Besar Hadi Purnomo. Mengetahi rekannya terluka, massa marah. Tapi polisi berhasil meredam kericuhan ini.

Ratusan massa ini tergabung dalam Solidaritas Rakyat Kaltim (Sorak) Bersatu. Mereka meminta agar KPU membatalkan putaran kedua pemilihan gubernur. "Kami bukan membela salah satu calon, kami datang ingin Kaltim aman," kata Decky Samuel, Ketua Sorak Bersatu.

Saat pertemuan dengan KPU, perwakilan Sorak Bersatu memberikan batas waktu hingga pukul 16.00 WITA kepada KPU untuk menentukan sikapnya. "Apapun hasilnya kami akan bawa dan kabarkan ke masyarakat," ujarnya. "Kalau masih tetap putaran kedua artinya KPU laksanakan aturan ilegal, hasilnya pun tak legitimate," ujarnya.

Hingga saat ini ratusan massa Sorak Bersatu masih berkumpul di depan kantor KPU. Mereka masih menunggu hingga batas waktu yang telah diberikan kepada KPU. Untuk mengamankan aksi, seratusan polisi gabungan Samapta dan Brimob berjaga-jaga dengan peralatan lengkap.

Sementara itu, Ketua KPU Jafar Haruna, usai pertemuan tak bersedia memberikan komentar atas tuntutan ini. Ia meminta kepada wartawan dalam pemberitaan mendinginkan suasana. "Saya minta tolong pemberitaan anda yang menyejukkan. Saya tak mau mengomentari pertanyaan seputar pertemuan tadi," ujarnya.

FIRMAN HIDAYAT