Karyawan Merpati Lapor Jusuf Kalla


TEMPO Interaktif, Jakarta: Solidaritas Pegawai Merpati (SPM) akan mengajukan proposal penyelamatan maskapai Merpati Nusantara Airlines ke Wakil Presiden Jusuf Kalla. Rencananya, perwakilan SPM akan ditemui Wakil Presiden hari jam 2 siang.

Perwakilan terdiri dari segenap unsur profesi di Merpati seperti awak kabin dan penerbang. Tidak ada perwakilan manajemen. "Kami akan sampaikan ilustrasi lain, jadi pemerintah tidak hanya mendengar dari manajemen saja," kata Ketua SPM I Wayan Suarna saat dihubungi Tempo.

Dia belum bersedia menjelaskan rincian usulan penyelamatan yang akan diajukan. "Intinya pengembangan Merpati, bukan penciutan," jelasnya singkat. Salah satu turunannya adalah penolakan pemutusan hubungan kerja, dan justru pemberdayaan sumber daya manusia dengan penambahan pesawat.

Sebelumnya, Wakil Presiden Jusuf Kalla juga sudah melakukan pembahasan penyelamatan Merpati dengan Menteri Perhubungan Jusman Syafii Djamal dan Menteri BUMN Sofyan Jalil. Keputusannya, manajemen diminta mematangkan rencana restrukturisasi.

Kondisi maskapai pelat merah yang kuat di layanan penerbangan Indonesia timur itu memang masih berdarah-darah. Menurut Sekretaris Perusahaan Merpati Purwatmo, kerugian perusahaan saat ini masih mencapai Rp 20 miliar per bulan. Tapi angka itu sudah jauh berkurang jika dibandingkan pada awal tahun dimana kerugiannya mencapai Rp 40 miliar per bulan.

Saat ini Merpati mengoperasikan 22 unit pesawat terdiri dari pesawat jet dan baling-baling (propeller) masing-masing 11 unit. Total rute yang dilayani sekitar 170 rute dengan frekuensi penerbangan sekitar 1030 per minggu.

Harun Mahbub

Komentar (0)


Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi tempo.co. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan
Copyright © 2011
TEMPO
.CO
Wajib Baca!
X